I Wish (Not) To Be Here

I Wish (Not) To Be Here

  • WpView
    Reads 637
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di kehidupannya yang tampak tenang, seorang remaja terjebak dalam pemikiran juga realita. Bagai sebuah danau dengan air yang tenang untuk menyembunyikan berbagai rahasia di dalamnya. Setiap langkah, setiap pilihan, menimbulkan riak air yang bergemericik, menggoyangkan kedamaian semu. Apa yang akan muncul dari dasar danau itu? Keuntungan atau kesialan? •••••• Hai, tolong vote dan komen untuk support penulis.. Terima kasih (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
All Rights Reserved
#713
brotherhood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • STARLA
  •  Jauh dari Hangat
  • Life Script
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Eliinaa
  • Titik Koma; Sketsa (TERBIT - STORA)
  • Where Are You?

Dia Nala keenara, gadis cantik dengan hobi yang sangat unik yaitu, membuat masalah. Ia adalah anak yang nakal, jahil, dan sering sekali bertingkah. Semua orang mengenalnya sebagai gadis yang tak pernah bisa diam, selalu membuat keributan, selalu mengundang tawa dengan tingkah lakunya yang kadang keterlaluan. Namun, di balik sikap nakal dan jahilnya, ada sebuah luka yang dalam. Luka yang bahkan hingga kini belum juga terobati. Luka yang dapat membuat ia bertingkah seperti itu. Apakah mungkin, suatu saat nanti, Nala bisa berubah? Bisa melepaskan diri dari perangkap kebiasaannya yang selalu membuat masalah? Apakah takdirnya akan berubah, ataukah ia akan tetap terperangkap dalam siklus yang ia ciptakan sendiri? Mungkinkah takdir baik akan memihaknya suatu hari nanti? Mungkin, Tidak ada yang tahu bukan? ••• ⚠️Warning • Dilarang keras plagiat cerita. • Jika ada persamaan nama tokoh, tempat dan alur cerita yang sama itu hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya. • Hasil pemikiran dan ketikan sendiri. • Banyak kata-kata kasar/umpatan

More details
WpActionLinkContent Guidelines