LEKSITON JIWA - CUPLIKAN RASA

LEKSITON JIWA - CUPLIKAN RASA

  • WpView
    OKUNANLAR 17
  • WpVote
    Oylar 2
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, May 30, 2025
WpInfo
Şiir
LEKSITON JIWA - CUPLIKAN RASA 𝘗𝘶𝘪𝘴𝘪 𝘱𝘶𝘪𝘴𝘪 𝘱𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘖𝘭𝘦𝘩 : NEBULA Dalam tiap huruf yang tertulis, ada jiwa yang berbisik. Leksiton Jiwa adalah perjalanan batin yang dirangkai dalam puisi-sebuah kamus rasa yang tak ditemukan di lembaran akademik, tapi tumbuh dari luka, harapan, kehilangan, dan cinta yang sunyi. Buku ini mengajakmu menyelami tujuh bab kehidupan, seperti tujuh lapisan langit yang menyimpan rindu dan doa-doa yang tak pernah sempat dilafazkan. Di antara kata dan jeda, ada ruang untukmu: untuk merasa, mengingat, bahkan menangis dalam diam. Leksiton Jiwa bukan sekadar kumpulan puisi-ia adalah pelukan untuk hati yang pernah patah, dan lentera kecil bagi jiwa yang sedang mencari pulang. . . 📌 Jadwal Update : Selasa dan Jum'at yaa!
Tüm hakları saklıdır
#72
mentalhealt
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • TENTANG RASA
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • DUA GARIS
  • Jiwa yang Sepi
  • Untaian Aksara | Na Jaemin

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi