Satu Untuk Lima Belas

Satu Untuk Lima Belas

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
Ada cinta yang berani datang, dan ada cinta yang memilih diam. Kisah ini adalah tentang cinta yang kedua. Tentang aku, dan seseorang yang bahkan setelah 15 tahun berlalu, masih menjadi nama yang aku bisikkan dalam doa paling sunyi. Cerita ini kutulis bukan untuk dikenang dunia, tapi untuk mengabadikan semua rasa yang pernah tumbuh dalam diam, bertahan dalam sepi, dan terus hidup walau tak pernah disambut.
All Rights Reserved
#200
cintadiamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Jejak Di Ujung Cahaya
  • REYKA✓ (TAMAT)
  • Promise
  • One Step Too Late
  • 31 Months for You (Revisi)

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines