Membawa Kabur Benih Mafia Kejam

Membawa Kabur Benih Mafia Kejam

  • WpView
    LETTURE 100,613
  • WpVote
    Voti 2,780
  • WpPart
    Parti 52
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mag 31, 2025
Kesialan menimpa gadis cantik bernama Kayla Aurora Atmaja, ia terpaksa menjadi tawanan seorang mafia yang menawan ayahnya juga karena sebuah tragedi. Senyuman mengerikan di tampilkan dari wajah pria tampan bernama Arlo Wilson, saat gadis incarannya menemui diri nya secara sukarela demi kebebasan ayahnya. " Apa yang kau inginkan? " ucap Kayla dalam nada tenang, menatap Arlo yang ada di hadapannya. " Aku menginginkan mu!! " ucap Arlo berbisik ke telinga Kayla, suara yang begitu berat, hembusan nafas yang terasa di kulit telinga, membuat gadis itu menelan salivanya, ia takut setengah mati. ikuti terus kelanjutan kisah mereka!!! DISCLAIMER INI HANYA CERITA!!!!!
Tutti i diritti riservati
#29
kekuasan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • DUNIA FLORA
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • The Cleo & Love
  • The Devil Cruel [COMPLETED]
  • Mr. Superficial Love | (On Going)
  • Transmigrasi ZIAL
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti