We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
1+1
  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Second Chance
Romantic Comedy
Copyright ©2025, 1+1 oleh Doubleareya. Masa sekolah adalah waktu dimana cinta dan suka bersemi dengan malu-malu. Jatuh dari pandangan pertama, dikenalkan teman ke teman lainnya, bersama-sama karena sering berada di kelas yang sama atau bahkan seperti kisah klasik, bertemu di perpustakaan untuk sekedar bertukar buku cerita. "4 tahun, Ta. Bagi gue bukan waktu yang sebentar untuk kita saling bertukar cerita." "Gue gak bisa." Kisah yang terus berlanjut berawal dari SMP yang sama dan duduk di kelas yang sama nyatanya tidak selalu berhasil menjadi kisah romantis yang berisi kisah bahagia. Pada akhirnya, tanda tanya yang menghantui berubah menjadi keikhlasan karena harus memaklumi. Cerita bersambung dari Via untuk sang teman yang sempat menjadi bahagianya, Asta.
All Rights Reserved
#70
baper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Politik Ranjang [TAMAT]
  • SAGA
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Night Calls
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines