Pesantren Gaib : 40 Hari di Alam Lain

Pesantren Gaib : 40 Hari di Alam Lain

  • WpView
    LECTURES 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 18, 2025
Raffi, seorang santri muda, menerima tawaran untuk mondok di sebuah pesantren terpencil di tengah hutan. Sekilas tempat itu tampak normal-pesantrennya megah, para santri tampak ramah, dan kegiatan keagamaannya seperti pesantren lain. Namun, sejak pertama kali menginjakkan kaki, Raffi merasakan keanehan yang tak bisa dijelaskan. Suara-suara aneh memanggil dari jendela di malam hari. Para santri yang kakinya sesekali berubah bentuk. Tatapan Kiyai Bakrie yang seolah mengetahui isi hati setiap orang. Dan kalimat para santri: "Hanya kami di sini yang masih normal..." Raffi hanya berniat mondok 40 hari. Tapi setelah waktu itu berlalu... benarkah ia masih berada di dunia yang sama? "Pesantren Gaib" adalah kisah perjalanan batin, horor sunyi, dan tipisnya batas antara dunia nyata dan dunia gaib-semuanya terjalin dalam suasana religius yang mencekam.
Tous Droits Réservés
#60
ceritasantri
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Elemental Siblings as Santri [series]
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Warisan Gandari
  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Cahaya Setelah Gelap (On Going)
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Tahajjud Cinta [END]
  • RAACA 'the power of takdir Allah '

Hah? Mondok?? Jadi santri?? Ah, itu mah gampang! Tapi setelah menjalani kehidupan di Pondok Pesantren, ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan. Terpaan badai besar membuat mereka mau tidak mau harus bertahan demi menuntut ilmu dan memenuhi harapan orang tua mereka. Beradaptasi kembali dengan kebiasaan baru serta rutinitas baru yang pastinya tidak mudah. "Pokoknya gua gak terima keputusan sepihak kayak gini!" "Bang, lu gak berjuang sendirian. Ada gua dan yang lainnya yang bakal ada disamping lu." "Demi apasi wajib bahasa Arab?? Gua cuma tau kaifa haluk." "Ghosob itu apa?" "Butuh sabar macam apalagi ini." "Kenapa ya kita bisa sampe disini?" "Emang udah takdir." Elemental Siblings as Santri (series) © sollightning Collab project w/ ma friend @cinnamonae

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu