We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pesantren Gaib : 40 Hari di Alam Lain

Pesantren Gaib : 40 Hari di Alam Lain

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 18, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Raffi, seorang santri muda, menerima tawaran untuk mondok di sebuah pesantren terpencil di tengah hutan. Sekilas tempat itu tampak normal-pesantrennya megah, para santri tampak ramah, dan kegiatan keagamaannya seperti pesantren lain. Namun, sejak pertama kali menginjakkan kaki, Raffi merasakan keanehan yang tak bisa dijelaskan. Suara-suara aneh memanggil dari jendela di malam hari. Para santri yang kakinya sesekali berubah bentuk. Tatapan Kiyai Bakrie yang seolah mengetahui isi hati setiap orang. Dan kalimat para santri: "Hanya kami di sini yang masih normal..." Raffi hanya berniat mondok 40 hari. Tapi setelah waktu itu berlalu... benarkah ia masih berada di dunia yang sama? "Pesantren Gaib" adalah kisah perjalanan batin, horor sunyi, dan tipisnya batas antara dunia nyata dan dunia gaib-semuanya terjalin dalam suasana religius yang mencekam.
All Rights Reserved
#7
ceritamalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Seragam
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Elemental Siblings as Santri [series]
  • Dia dan Doa
  • Diary Santriwati
  • Cahaya Cinta.
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Warisan Gandari

Mengisahkan seorang gadis yang menyimpan perasaan cinta dalam diam terhadap santri laki-laki yang mondok di pesantren milik saudaranya. Meskipun hatinya penuh dengan rasa suka, ia merasa ragu dan tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya. Cinta yang ia rasakan hanyalah sebuah perasaan yang tersembunyi, yang hanya bisa ia pendam dalam hati. Cerita ini menggambarkan ketegangan batin yang dirasakan oleh sang gadis, antara rasa cinta yang tulus dan ketakutan untuk mengungkapkanya. Mereka tidak berada dalam ruang lingkup yang sama, jarak antara mereka tidak hanya terletak pada tempat, tetapi juga pada perasaan yang tak terucapkan. Keheningan itu menjadi penghalang, dan gadis itu terjebak dalam dunia penuh harapan yang tak berani diwujudkan

More details
WpActionLinkContent Guidelines