Dari kecil sampe gede, Lia cuma punya satu prinsip hidup: malu adalah koentji.
Mau pake jas hujan di jalan? Malu.
Disuruh ngomong di depan umum? Auto invis.
Tapi giliran temen curhat? Wah, Dede Lia siap jadi psikolog tidak resmi 24/7-gajih nggak, capek iya!
Cerita ini bukan tentang anak yang sempurna, bukan juga tentang kisah cinta ala FTV. Ini cerita tentang cewek pendiem yang sering dibilang "kembaran temen" saking lengketnya, yang lebih sering dengerin orang lain tapi nyimpen semua luka sendiri.
Tapi Lia sadar, semakin deket ke usia 19 tahun, semakin banyak perasaan yang harus dikeluarin. Bukan buat drama, tapi biar lega.
Biar orang-orang tahu, bahwa di balik senyum tipis dan "iya iya" setiap hari, ada cerita yang nggak pernah sempet diceritain.
Kalau kamu pernah ngerasa sendirian padahal rame-rame, ngerasa capek tapi nggak bisa bilang, atau cuma pengen ada yang ngerti tanpa harus jelasin-WELCOME, ini cerita buat kamu.
Siapin tisu, popcorn, sama hati yang siap digetok pelan-pelan. Karena ini bukan cuma cerita biasa, ini confession panjang seorang Lia yang akhirnya berani speak up... lewat tulisan.
"Ikan lele makan puding,
liat aku senyum padahal mental kering.
Katanya pendiem nggak punya feeling,
padahal tiap malem overthinking sambil ngunyah ciki king."
#Towards19Years
#MaluMaluGimanaGitu
#CeritaLiaBukanDramaKorea
Kisah kehidupan seorang gadis dari keluarga menengah yang mencintai seorang pria sejak ia masih kecil namun karna penolakan yang di dapatkannya saat ia berumur 10 tahun kala itu membuatnya mengubur harapannya untuk bisa bersama pria itu.
Namun takdir berkata lain, saat SMA mereka kembali satu sekolah di mana si pria ini menjadikan gadis malang ini sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya.
🍁
"Gila aja Lo!, gue? suka sama cewek kamseupay gitu? Gak banget!" kata Azka dengan wajah yang diangkat angkuh.
"Jilat ludah sendiri tau rasa" kata Nathan sambil memainkan handphonenya.
"Gue gak bakalan suka sama dia, dia bukan selera gue banget, dia itu cupu, miskin, tepos lagi. Lo tau sendirilah selera gue kayak gimana" kata Azka sambil mengambil lalu meminum minuman milik Nathan yang berada tepat di depannya.
Deg
"Harusnya aku gak usah berharap lebih"
🍁
"Aku udah punya pacar Kak, jadi aku harap kakak gak ganggu aku lagi"
Deg
"Lo ngomong apa sih La" kata Azka terkekeh sumbang.
"Stop bersikap seakan-akan kakak ada rasa sama aku, aku udah punya pacar, jadi tolong berhenti ikutin aku!, kita udah putus kak"
🍁
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
🍁
Cerita ini Murni Karangan aku sendiri, Jadi Plagiat menjauh yaaa :)
Kamu tidak akan pernah bisa maju jika hanya menjadi seorang penguntit 😌
Bijak dalam membaca
Karya kedua akuuuu :)
semoga suka deh yaaa😊