We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Alesya
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Social Themes
Family Life
Hanya tentang seorang gadis bertempat tinggal di ujung kerajaan, yang tiba-tiba harus berpindah tempat tinggal kesebuah pedesaan yang berada dalam wilayah pada salah satu Kerajaan bernama Eirdis. Ale, nama yang biasa dipanggil untuknya. Bagaimana kehidupannya, setelah ia berada di kerajaan Eirdis? Apakah akan ada sebuah kejutan untuknya? Atau, kehidupannya akan terasa sama saja seperti di pedesaan tempat tinggal Ale sebelumnya? All picture > Pinterest and Canva
All Rights Reserved
#105
alesya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Reborn Mama (END)
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke's Red String
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • The Unwritten Lady
  • Just let me live, Duke!
  • My Villainous Stepmom [END]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines