غلاف قصة PARADOX ELANG بقلم SugarPay11
PARADOX ELANG
  • WpView
    مقروء 52
  • WpVote
    صوت 2
  • WpPart
    فصول 11
  • WpView
    مقروء 52
  • WpVote
    صوت 2
  • WpPart
    فصول 11
مستمرّة، تم نشرها في أبريل ١٨, ٢٠٢٥
Hampir aku lupa.. 
Aku pernah berdiri disisinya
Tertawa dalam cahaya menyilaukan
Menepuk bahunya seolah kami setara
Dan secara diam, aku menggali lubang dibawah kakinya.. 
   Dia suci, terlalu suci untuk dunia ini
   Terlalu kuat, hingga tak ada yang percaya dia      
    bisa runtuh. 
Namun tiap sempurna ada cacatnya
Dan aku tau persis dimana retaknya. 

~Elang Adinata~
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف PARADOX ELANG إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#697frienship
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Dear Fenly || Un1ty بقلم elen_rue
24 فصل مكتمِلة
Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.