Perayaan mati rasa

Perayaan mati rasa

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Selama dua tahun, Aira mengunci hatinya rapat-rapat. Sejak hubungan terakhirnya hancur, ia memilih dunia maya sebagai pelarian-tempat di mana ia bisa tertawa tanpa harus menunjukkan luka, dan bisa menangis tanpa harus dilihat siapa pun. Aira percaya bahwa cinta hanyalah luka yang tertunda, sampai akhirnya ia bertemu seseorang yang membuatnya mulai merasa hidup kembali. Di balik layar ponsel, obrolan demi obrolan tumbuh menjadi harapan baru. Tapi ketika kenyataan datang menghantam, luka lama belum sembuh, luka baru justru menganga lebih dalam. Apakah Aira benar-benar mati rasa, atau ia hanya pura-pura kuat agar tidak terlihat rapuh? Dalam kisah tentang kehilangan, pencarian, dan keinginan untuk merasa utuh kembali, Aira harus memilih: tetap bertahan dalam "perayaan mati rasa"-atau membuka hatinya untuk sesuatu yang mungkin bisa menyelamatkannya... atau menghancurkannya sekali lagi.
All Rights Reserved
#2
penantiancinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • ELEGI ASMARA
  • Bukan Negeri Dongeng (REVISI)
  • Narasi patah hati
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Halaqah Rasa
  • Air Mata Cinta
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • SASHI
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • [END] When the Stars are Tired
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Mahligai Sunyi
  • Where the Pain Led Me
  • Saat Cinta Tak Terucap

PENASARAN LANGSUNG BACA AJA!! Aira, seorang gadis yang tumbuh dalam keluarga broken home, harus menghadapi kehidupan yang penuh luka sejak kecil. Diasuh oleh Nenek dan Kakeknya, ia berjuang melawan rasa kehilangan dan luka batin, terutama dengan hubungannya yang renggang dengan sang ayah. Impian untuk mondok saat SMP atau SMA terpaksa ia kubur karena keterbatasan ekonomi, tetapi ia tidak menyerah. Dalam perjalanan hijrahnya, Aira menemukan cahaya harapan melalui ilmu agama dan semangat untuk menggapai cita-cita. Namun, kehilangan Kakek, sosok pengganti cinta pertamanya, menjadi ujian terbesar yang hampir meruntuhkan hatinya. Meski penuh air mata, Aira bangkit, melangkah lebih teguh, dan membuktikan bahwa takdir yang pahit sekalipun bisa membentuknya menjadi pribadi yang kuat. Ini adalah kisah tentang perjuangan, keteguhan hati, dan harapan yang terus menyala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines