Perayaan mati rasa

Perayaan mati rasa

  • WpView
    Lecturas 170
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 14, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Selama dua tahun, Aira mengunci hatinya rapat-rapat. Sejak hubungan terakhirnya hancur, ia memilih dunia maya sebagai pelarian-tempat di mana ia bisa tertawa tanpa harus menunjukkan luka, dan bisa menangis tanpa harus dilihat siapa pun. Aira percaya bahwa cinta hanyalah luka yang tertunda, sampai akhirnya ia bertemu seseorang yang membuatnya mulai merasa hidup kembali. Di balik layar ponsel, obrolan demi obrolan tumbuh menjadi harapan baru. Tapi ketika kenyataan datang menghantam, luka lama belum sembuh, luka baru justru menganga lebih dalam. Apakah Aira benar-benar mati rasa, atau ia hanya pura-pura kuat agar tidak terlihat rapuh? Dalam kisah tentang kehilangan, pencarian, dan keinginan untuk merasa utuh kembali, Aira harus memilih: tetap bertahan dalam "perayaan mati rasa"-atau membuka hatinya untuk sesuatu yang mungkin bisa menyelamatkannya... atau menghancurkannya sekali lagi.
Todos los derechos reservados
#12
penantiancinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [END] When the Stars are Tired
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Halaqah Rasa
  • Narasi patah hati
  • ELEGI ASMARA
  • Where the Pain Led Me
  • Mahligai Sunyi
  • SASHI

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido