Aku, dan Semua yang Tak Terucap

Aku, dan Semua yang Tak Terucap

  • WpView
    LECTURAS 257
  • WpVote
    Votos 33
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 8, 2025
Ada beberapa hal yang tak pernah sempat aku ceritakan pada siapapun. Bukan karena tak ingin, tetapi karena aku tidak tahu apakah ada yang benar-benar ingin mendengarkan. Jadi, aku menulisnya di sini. Ini bukan kisah cinta yang manis, bukan juga dongeng dengan akhir bahagia. Ini tentang hari di mana aku merasa dunia terlalu berat untuk dipikul. Kecewa yang tak pernah habis, ekspektasi yang patah, rasa marah, kosong, dan kehilangan arah. Tetapi juga... tentang hal kecil yang anehnya membuatku tetap hidup. Seperti senyum orang asing di jalan. Lagu lama yang tiba-tiba muncul di shuffle. Cahaya sore yang jatuh di dinding kamarku. Di antara semua luka, ternyata masih ada sedikit ruang untuk rasa syukur. Mungkin kamu pernah merasakan hal seperti ini, mungkin kamu pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Atau pikiranmu berisik di tengah kesunyian? Jika begitu, kamu tak sendiri. Ini bukan hanya tentang aku. Ini tentang kita, tentang semua yang pernah terluka tapi tetap bertahan. Selamat membaca halaman-halaman yang mungkin terlalu jujur. Semoga kamu menemukan sesuatu di antara baris-baris ini. Meskipun hanya sedikit...semoga cukup untuk membuatmu bertahan satu hari lagi.
Todos los derechos reservados
#13
puisibebas
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Erlangga
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Just Words
  • Rayhan: sebelum hati berani pulih
  • | About You |

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido