Sebab  Hidup Adalah Gelombang

Sebab Hidup Adalah Gelombang

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Ada beberapa hal yang tak pernah sempat aku ceritakan pada siapapun. Bukan karena tak ingin, tetapi karena aku tidak tahu apakah ada yang benar-benar ingin mendengarkan. Jadi, aku menulisnya di sini. Ini bukan kisah cinta yang manis, bukan juga dongeng dengan akhir bahagia. Ini tentang hari di mana aku merasa dunia terlalu berat untuk dipikul. Kecewa yang tak pernah habis, ekspektasi yang patah, rasa marah, kosong, dan kehilangan arah. Tetapi juga... tentang hal kecil yang anehnya membuatku tetap hidup. Seperti senyum orang asing di jalan. Lagu lama yang tiba-tiba muncul di shuffle. Cahaya sore yang jatuh di dinding kamarku. Di antara semua luka, ternyata masih ada sedikit ruang untuk rasa syukur. Mungkin kamu pernah merasakan hal seperti ini, mungkin kamu pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Atau pikiranmu berisik di tengah kesunyian? Jika begitu, kamu tak sendiri. Ini bukan hanya tentang aku. Ini tentang kita, tentang semua yang pernah terluka tapi tetap bertahan. Selamat membaca halaman-halaman yang mungkin terlalu jujur. Semoga kamu menemukan sesuatu di antara baris-baris ini. Meskipun hanya sedikit...semoga cukup untuk membuatmu bertahan satu hari lagi.
All Rights Reserved
#6
puisibebas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • Perjalanan Cintaku...
  • You're Here, But Not For Me
  • Senja Dan Jingga
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Erlangga
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Just Words

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines