LOFRENEMY

LOFRENEMY

  • WpView
    LECTURAS 8,928
  • WpVote
    Votos 519
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 28, 2026
Love, Friend, and Enemy "Tea itu pembunuh!" "Dia yang menjadikanku seorang pembunuh!" ucap Tea, tangannya menunjuk ke arah Ravan. Terjadinya insiden kebakaran di SMA Dwilingga menyebabkan siswa-siswinya untuk sementara waktu dipindahkan ke sekolah terdekat yang mau dan mampu menampung siswa-siswi sekolah tersebut selama gedung dan fasilitas dalam masa perbaikan. Salah satu dari tiga sekolah yang bersedia menampung siswa-siswi SMA Dwilingga adalah SMA Trisatya yang kebetulan untuk jumlah siswanya sedikit dikarenakan kasus besar yang menimpa anak pemilik sekolah. Digabungkannya sebagian dari murid SMA Dwilangga dengan murid SMA Trisatya, tampaknya bukan ide yang bagus karena selalu terjadi keributan antara kedua pihak karena banyaknya perbedaan. Terutama Ravan dan Tea, dua manusia yang tidak pernah diketahui secara pasti punya masalah apa namun keduanya tidak pernah akur. Antara love, friend, dan enemy-hubungan yang tidak pernah mereka ketahui pasti batasannya.
Todos los derechos reservados
#399
musuhjadicinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • My Celestia [ON GOING]
  • The Last Yes!
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • Hello, KKN!
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • The Villain Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido