Antara Kata yang Tak Terucap

Antara Kata yang Tak Terucap

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, abr 19, 2025
Cerita tentang Seorang pria yang sangat suka dengan alam dan seni yang tak pernah tertarik untuk menjalin hubungan dengan apapun dan siapapun. Namun, ia malah jatuh cinta dengan seorang gadis yang ditemuinya di sebuah pentas seni dan sialnya mereka tak menyadari akan rasa yang ada diantara mereka sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#481
seni
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Star Of The Life
  • BY MY SIDE
  • Khadijah dan senyum Khatan(End)
  • Naya
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Di Antara Akar dan Langit
  • KEMBALI

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo