PACARNYA LOU

PACARNYA LOU

  • WpView
    LECTURAS 110
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 1, 2025
Louisa Felina, atau Lou, adalah gadis dengan reputasi galak, cuek, dan susah didekati. Tapi di balik ekspresi dinginnya, dia adalah sosok penuh warna-suka menggambar, menulis cerita, menyanyi, dan menyayangi kucing lebih dari manusia. Dia spontan, ceroboh, dan kadang absurd, tapi justru itu yang membuatnya hidup. Reyhan Alfarezi adalah kebalikannya-cowok misterius yang lebih suka menyendiri di pojok kelas. Diam, penuh luka, tapi menyimpan kelembutan yang jarang ditemukan. Ia menyembunyikan masa lalu dan rasa sakitnya dalam sketsa-sketsa sunyi dan lagu-lagu patah hati yang tidak pernah ia nyanyikan keras-keras. Pertemuan mereka di bangku belakang kelas mengubah segalanya. Lou mulai membuka dirinya, dan Reyhan akhirnya merasa ada seseorang yang bisa mengerti dirinya tanpa banyak bertanya. Tapi hubungan mereka bukan kisah cinta biasa. Ada rahasia yang Reyhan sembunyikan, dan ada batas waktu yang terus berjalan di balik senyum tipisnya. Saat langit mulai runtuh perlahan, Lou menyadari bahwa tidak semua cinta ditakdirkan untuk bertahan. Tapi mungkin, cinta tidak harus abadi untuk jadi nyata. "Kalau nanti gue enggak bisa balik, anggap aja kita pernah nyanyi di langit yang sama."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Before I Knew Light
  • Waves Of Amour
  • TITIK SILANG (TAMAT)
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Guéris-Moi
  • Stories from The Dead [TAMAT]

Dia tumbuh dalam sunyi, bukan karena tak ada suara, tapi karena tak ada yang benar-benar mendengarkan. Setiap hari terasa sama, langit yang muram, rumah yang hening, dan dunia yang seolah terlalu jauh untuk digapai. Ia tak berharap banyak dari hidup... sampai seseorang datang, bukan untuk menyelamatkannya, tapi untuk duduk di sampingnya. Diam. Menemani. Menyalakan cahaya kecil dalam gelap yang sudah terlalu lama ia anggap sebagai rumah. "Tak semua cahaya menyilaukan. Kadang, ia datang dalam bentuk kehadiran yang tenang." Sebuah kisah tentang beban yang tak selalu terlihat, kehangatan yang datang perlahan, dan pertemanan yang tumbuh dari percakapan paling sederhana. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido