No Choice

No Choice

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 19, 2025
Tentang mereka yang terpaksa dewasa. Tentang mereka yang terpaksa menjadi kepala keluarga. Tentang mereka yang terpaksa mengorbankan. Tentang mereka yang terpaksa, tanpa ada pilihan. No Choice. Chandra Vysnatta dan Aditya Rafiel Deondra adalah kakak beradik tidak sedarah yang kehilangan orang tua mereka. Mereka sama-sama berdua, sama-sama kehilangan, sama-sama merasa sedih. Namun cara mereka menanggapi hal itu berbeda. Mengapa salah satu dari mereka seakan tidak terpengaruh? dan mengapa yang satunya seakan hancur berkeping-keping? Andra, sebagai saudara tertua, harus menanggung beban yang berat. beberapa orang akan berpikir itu bukanlah kewajiban Andra untuk menanggung beban tersebut. Tetapi menurut Andra, keluarga bukan sekedar darah. Mereka hanya memiliki satu sama lain. Deon membutuhkan waktu untuk menyadari itu. Walau begitu, Andra akan selalu sabar menunggu.
All Rights Reserved
#9
autiktok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Respirator [Selesai]
  • Bukan YANG TERSAYANG || Winwin (END)
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • ANNOYING TWINS || Jaemin Ft. Junkyu [TERBIT]
  • The 7th Of Us
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Fixing the Broken ✓
  • Kenapa Harus Neo? (Terbit)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Kakak Tiri [END]

Proses Pengeditan [B R O T H E R S H I P] Gosipnya menyebar, secepat angin yang membawa dedaunan berguguran. Hampir satu sekolahan sudah mengetahui. Bahkan itu belum diberi keterangan dari pihak yang bersangkutan. Mereka langsung percaya begitu saja. Sagara sudah tahu semua. Soal 'berita' dirinya yang akan dikeluarkan dari sekolah. Itulah alasan mengapa sekarang dia berjalan sendirian, tanpa sang adik. Tadi malam setelah kabar baik dirinya mendapat pekerjaan, mereka bertengkar hebat. Sagara yang tiba-tiba mengeluarkan kalimat tajam. Bahkan dia sendiri mencoba berpura-pura tidak tahu kalau sang adik menahan sakit. Saat itu pikirannya hanya satu, dia memang seharusnya tidak ada, tidak lahir dan mempunyai hubungan dengan Devano. Kalau akhir ceritanya hanya dia yang menanggung sakit ini sendirian. "Bang Gara, jangan nyesel punya adik kayak Devano." Tidak. Sekalipun dirinya tidak dianggap dan diacuhkan, Devano masih tetap adiknya. Dan dirinya, Sagara, tidak akan menyesal terlahir menjadi Kakak Devano.

More details
WpActionLinkContent Guidelines