Line Without A Hook

Line Without A Hook

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
Aku tidak menulismu untuk dikenang sebagai luka. Aku menulismu karena kamu terlalu indah untuk dilupakan begitu saja. Namamu kutitipkan di antara paragraf dan titik koma, agar kamu tetap hidup, bukan sebagai perih, tapi sebagai bagian dari kisah yang pernah membuatku merasa utuh. Ini bukan cerita tentang dendam atau kehilangan, tapi tentang bagaimana seseorang bisa begitu mencintai dalam diam, bahkan setelah segalanya berakhir. Dan jika suatu hari kamu menemukannya, semoga kamu tahu ini bukan tentang kita yang gagal, tapi tentang aku yang ingin kamu abadi, setidaknya di halaman-halaman ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • | About You |
  • TAK BERSAMBUT
  • Sekali Lagi (End)
  • You're Here, But Not For Me
  • Maina & Maxim
  • seribu tanya tak terjawab
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Dalam diam
  • Another Me

"Kau datang, menjadikanku rumah. Tapi saat nama itu kembali, aku hanyalah tempat persinggahan yang perlahan kau tinggalkan." Ini kisah tentang George... seseorang yang membuatku percaya bahwa aku adalah satu-satunya. Lalu Halea datang. Dan tiba-tiba aku tak lebih dari 'pernah' baginya. Aku menyimpan semua tanya, semua luka, semua yang tak sempat kusebut "cinta" secara utuh. Maka kutulis ini... bukan untuk membuatmu kembali. Tapi untuk mengenang: bahwa pernah ada cerita tentang kamu, yang kuabadikan dalam kata, walau hatiku hancur tanpa suara.

More details
WpActionLinkContent Guidelines