My Love Phantopel

My Love Phantopel

  • WpView
    Reads 396
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 23, 2016
ketika ada rasa yang asing datang mulai menyapa, tanpa ada yang tau tentang kebenaran rasa yang ada, apakah ini yang bernama cinta? apa rasa ini benar ada dan bersemayam dalam hati? apa rasa ini akan terbalas? apa waktu dapat menjawab? Senyum itu hadir, senyum yang membuat hati tak menentu, senyum yang membuat orang terpanah, senyum yang membawa rasa merasuk dalam jiwa, bagaimana aku dapat mengartikan senyum itu? bagaimana mungkin senyum itu bisa ku miliki? senyum yang tak asing, senyum yang membakar jiwa menjadi semangat, senyum yang memiliki banyak arti. Akankah waktu dapat menjawab semua pertanyaan dalam hati? apakah senyum itu memang untukku? apakah penantianku terbalas dengan senyum yang ada? Dapatkah aku menembus setiap rintangan yang ada?
All Rights Reserved
#5
senyummanis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • stranger
  • senja di matamu
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • Ucapan Hati
  • 31 Months for You (Revisi)
  • untuk damai
  • My Dear Jannah
  • Jodoh Kedua (END)
  • Keep Being You [Complete✔]
stranger

Kadang aku bertanya... kenapa seseorang bisa datang begitu indah, lalu pergi begitu tiba-tiba? Kamu pernah ada di sini- di setiap sudut hariku, di sela tawa, di ujung malam, bahkan di detak detak paling pelan hatiku. Kamu pernah jadi alasan kenapa aku percaya bahwa cinta bisa sesederhana saling menunggu dan menyapa. Tapi sekarang... kamu hanya jadi nama yang kutahan di tenggorokan setiap kali aku hampir menyebutmu. Lucunya, semuanya masih terasa hidup. Tempat kita pernah duduk bareng, lagu yang dulu kita nyanyiin bareng, bahkan bunga pertama darimu... masih tersimpan rapi, seakan aku masih menunggumu kembali menjemput waktu yang tertinggal. Aku tahu, kamu mungkin sudah jauh melangkah, mungkin sudah menggenggam tangan yang lain, mungkin sudah melupakan segalanya yang menurutku... tak mungkin dilupakan. Tapi aku? Aku stuck. Bukan karena aku tak ingin pergi, tapi karena hatiku masih berdiri di tempat kamu meninggalkannya. Aku bukan menunggumu kembali. Aku hanya belum tahu, bagaimana caranya berjalan... tanpa membawa kamu dalam setiap langkahku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines