My Love Phantopel

My Love Phantopel

  • WpView
    Leituras 396
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadConcluída qua, nov 23, 2016
ketika ada rasa yang asing datang mulai menyapa, tanpa ada yang tau tentang kebenaran rasa yang ada, apakah ini yang bernama cinta? apa rasa ini benar ada dan bersemayam dalam hati? apa rasa ini akan terbalas? apa waktu dapat menjawab? Senyum itu hadir, senyum yang membuat hati tak menentu, senyum yang membuat orang terpanah, senyum yang membawa rasa merasuk dalam jiwa, bagaimana aku dapat mengartikan senyum itu? bagaimana mungkin senyum itu bisa ku miliki? senyum yang tak asing, senyum yang membakar jiwa menjadi semangat, senyum yang memiliki banyak arti. Akankah waktu dapat menjawab semua pertanyaan dalam hati? apakah senyum itu memang untukku? apakah penantianku terbalas dengan senyum yang ada? Dapatkah aku menembus setiap rintangan yang ada?
Todos os Direitos Reservados
#22
mengejarcinta
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • untuk damai
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Ucapan Hati
  • Jodoh Kedua (END)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Behind the Silence
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • senja di matamu
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Yang Tertinggal

Di antara lorong-lorong masa tua yang sunyi, di sebuah kamar bernomor tujuh di kota kecil Salatiga yang dingin dan penuh embun, dua lelaki tua duduk bersebelahan. Satu terbaring dengan mata nyaris kosong, satunya lagi menyisir rambut pasangannya dengan kelembutan yang nyaris menyakitkan. Suara dari walkman tua mengalun pelan-lagu lawas yang menyimpan lebih dari sekadar melodi: ia menyimpan hidup. Begitulah kisah ini dimulai. Dengan sebuah lagu. Dengan sepotong waktu yang tidak bisa diulang, tapi bisa diputar ulang. kembali ke tahun 2000, saat Damai, seorang remaja Jogja yang spontan dan hangat namun peka terhadap detail-detail kecil dunia, bertemu dengan Alam -anak Jakarta yang dikirim ibunya untuk 'beristirahat dari kebisingan'. Alam membawa kegelisahan seorang anak yang belajar menelan sunyi. Jogja menjadi panggung bagi pertemuan mereka, tapi bukan sekadar latar: kota ini adalah karakter ketiga dalam hubungan mereka. menjadi ruang di mana Alam dan Damai berjalan bersama. Membicarakan hal-hal kecil. Makan roti isi sambil duduk di stadion kosong. Mandi di Kali Winongo, ciprat-cipratan seperti bocah. Tidak ada yang berbeda . Yang ada hanya kehangatan yang tumbuh perlahan-dan itu cukup. Bahkan mungkin lebih dari cukup. Seiring tahun-tahun berlalu, mereka tumbuh. Dunia berubah. tubuh Alam mulai memudar. Tapi tidak kenangan mereka. Setiap sore, Damai memutar lagu dari kaset mereka yang lusuh dan di sinilah pembaca akan memahami: bahwa surga, seperti yang mereka bicarakan di usia lima belas di stadion tua, bukanlah tempat. Surga adalah momen. Adalah keberadaan yang lengkap, bukan sempurna. Adalah hari-hari ketika kamu merasa cukup, tanpa perlu memiliki segalanya. untuk damai adalah cerita tentang rumah yang bukan hanya tembok dan atap, tapi mata seseorang yang mengenal kita tanpa harus dijelaskan. kisah yang akan membuatmu berpikir, walau hanya sekali dalam hidupmu: kalau ini bukan surga, aku tidak tahu apa lagi.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo