waktu, luka dan lupa

waktu, luka dan lupa

  • WpView
    LECTURES 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 20, 2025
kisah seorang lelaki yang hidupnya nampak baik-baik saja, menjalani keseharian dengan senyum dan tawa dalam keramaian. tetapi begitu sendu dan pilu dalam kesendirian di dalam ruangan yang kecil dan jua gelap, layaknya ruang kontemplasi yang kita sebut dengan kamar. terlebih ia hidup dengan stigma sosial dimana seorang lelaki tak boleh menangis ataupun menunjukkan sisi lemahnya. padahal lelaki itu juga manusia yang juga punya hati dan perasaan, lantas bagaimana lelaki tersebut dapat melewati semua pelbagai hal yang ia rasakan sembari bergelut dengan waktu dan luka
Tous Droits Réservés
#280
nyata
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Paradise
  • My boyfriend is Indigo
  • LOVE in SILENCE
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Let Me Love You Longer
  • Clara Dan Arga
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • love story
  • Om, Ayo Nikah!
  • Strong Girl Michella (END)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu