Story cover for Preliminary Us by thaniah14
Preliminary Us
  • WpView
    LECTURES 93
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Chapitres 7
  • WpView
    LECTURES 93
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Chapitres 7
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 20, 2025
Kadang, kita terlalu cepat menilai.
Kadang, kita terlalu lambat memahami.

Dan di antara dua dunia itu-yang terbiasa membaca terlalu cepat, dan yang selalu dimengerti belakangan-ada jarak yang tak selalu terlihat, tapi sangat terasa.

Jovanka, seorang yang tajam membaca bahasa tubuh dan suasana hati, mengandalkan intuisi seolah-olah setiap orang adalah buku terbuka. Ia percaya, dengan cukup kepekaan, seseorang bisa dikenali hanya dalam hitungan detik.

Sementara Adrian hidup dalam tempo yang berbeda. Sering terlambat memahami maksud, jarang membaca isyarat. Tapi bukan berarti hatinya kosong; hanya saja, cara bekerjanya pelan. Ia tak suka terburu-buru memberi simpulan. Sayangnya, orang jarang memberinya waktu.

Apa jadinya ketika dua dunia itu saling bertumbukan?

Dibalut dinamika kampus, diskusi, ruang terbuka yang mereka rancang bersama, hingga percakapan sunyi di malam paling tidak terduga, keduanya perlahan dipaksa belajar. Tentang memberi ruang. Tentang memaknai perbedaan. Dan terutama-tentang keberanian untuk tidak buru-buru menilai, bahkan saat hati kita paling ingin melindungi diri.

Karena memahami bukan soal seberapa cepat kita mengerti, tetapi seberapa dalam kita mau bertahan untuk terus mendengarkan.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Preliminary Us à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#193ruang
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Truth After Love (bersambung), écrit par tiaxyl
31 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Asphalt and Heartbeat, écrit par syawznn
21 chapitres Terminé
Di bawah langit yang dipenuhi bintang, dua jiwa yang terperangkap dalam kesendirian bertemu di jalan yang penuh aspal panas dan kecepatan. Mereka berdua, seperti dua mesin yang terus berputar, berkejaran dalam kehidupan yang tak pernah memberi mereka kesempatan untuk berhenti dan beristirahat. Archen, dengan tatapan yang penuh tekad, berlari mengejar mimpi-mimpi yang tak bisa dijangkaunya sambil menghindari orang-orang yang tak pernah mencoba memahaminya. Di balik senyum manis dan sikap percaya dirinya, tersembunyi rasa kesepian yang mengeram dalam hatinya. Dunia balap adalah tempat dia bisa bebas, meski hatinya tetap terkunci rapat. Namun, di sana juga, di antara hiruk-pikuk mesin dan suara ban yang membakar jalan, dia bertemu dengan Nara. Nara, dengan senyum sederhana yang selalu tersembunyi di balik kekesalan, lari dari bayang-bayang hidup yang suram. Kecepatan adalah pelarian terbaik, tempat dia bisa merasa hidup meski dunia di luar balap menjeratnya dalam kemiskinan dan penderitaan. Namun, di sinilah, dalam putaran roda yang membawanya lebih dekat dengan Archen, dia mulai menemukan dirinya-dia yang lebih dari sekadar pria pemarah dan tertutup. Cinta yang tumbuh di antara dua orang yang berbeda dunia, dua orang yang belajar untuk saling memahami, belajar bahwa meskipun jalan mereka terjal, mereka bisa saling meraih tangan satu sama lain. Dari musuh menjadi sahabat, lalu kekasih, hingga akhirnya menjadi keluarga yang berlabuh bersama selamanya. Karena cinta tidak mengenal batas, dan tidak ada yang lebih cepat dari perasaan yang tumbuh di hati.
Jejak Hati di Persimpangan Takdir, écrit par fatimah_alkhumaira
17 chapitres Terminé
Di sebuah kota kecil, dua dunia yang berbeda bertemu di ruang-ruang sekolah menengah pertama. Alina, siswi baru yang penuh impian, terjebak antara keinginannya untuk meraih masa depan gemilang dan keraguan yang datang dengan hubungan yang tak terduga. Di sisi lain, Raka, si atlet populer dengan sejuta perhatian, terperangkap dalam tekanan keluarga yang menginginkan kesuksesan, namun merasa kosong di dalam hatinya. Ketika Alina dan Raka dipertemukan dalam proyek sekolah, keduanya mulai merasakan ketegangan yang tak bisa diungkapkan. Ketika perasaan yang tak terucapkan mulai tumbuh, persahabatan lama Raka dengan Ardi mulai teruji. Dira, sosok yang selama ini hadir di antara mereka, tiba-tiba pergi ke luar negeri, meninggalkan ruang kosong dan membuka peluang bagi perubahan. Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Cinta dan persahabatan teruji ketika perasaan yang semula tersembunyi mulai terungkap. Dalam perjalanan panjang yang penuh dengan kebingungan, konflik, dan pengorbanan, mereka harus memilih antara mengikuti kata hati atau tetap berpegang pada impian yang lebih besar. Jejak Hati di Persimpangan Takdir adalah kisah tentang menemukan cinta di antara tanya, persahabatan yang diuji oleh waktu, dan perjuangan untuk tetap setia pada diri sendiri. Ketika dua jalan bertemu, siapa yang akan memilih untuk mengikuti hati dan siapa yang akan berkorban demi impian yang lebih besar? Sebuah perjalanan emosional yang penuh makna, yang mengajarkan kita bahwa takdir bukanlah sesuatu yang bisa diprediksi, tetapi bisa dipilih.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Truth After Love (bersambung) cover
This Feeling In Love cover
Introvert cover
BOUND BY FATE | Dohhan  cover
Echoes of Us (NickQuille)  cover
Asphalt and Heartbeat cover
komitmen Itu Penting cover
Mistake cover
A Bond of Love; Nomin. cover
Jejak Hati di Persimpangan Takdir cover

Truth After Love (bersambung)

31 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes

perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.