Bintang Hujan

Bintang Hujan

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 29, 2025
Calandra Mireille adalah seorang pilot yang memilih langit untuk melupakan bumi-dan segala luka yang pernah ditinggalkannya di Jakarta. Namun ketika badai memaksa pesawatnya mendarat darurat di kota masa lalu, Calandra tak punya pilihan selain kembali menghadapi kenangan yang telah lama ia kubur. Satu malam di hotel, sebuah pingsan yang tak terjelaskan, dan pertemuan dengan seorang dokter bernama Argha Pranadipa membawa Calandra pada perjalanan baru-bukan di udara, tapi di dalam dirinya sendiri. Tentang kehilangan, tentang bertahan, dan tentang keberanian untuk benar-benar hidup... sekali lagi.
All Rights Reserved
#725
pilot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐋𝐮𝐤𝐚 & 𝐑𝐢𝐧𝐝𝐮 [END+TERBIT]
  • Rindu di Ujung Ombak
  • Senja & Alandra
  • Collide (On Going)
  • Long Distance Relationship
  • You're Not Alone Anymore
  • Hati yang pernah luka
  • Guéris-Moi

Isa, seorang dokter muda di ruang UGD, menjalani rutinitas sehari-hari yang penuh tekanan. Namun, hidupnya berubah drastis saat Dipta, pria yang pernah menjadi cinta pertamanya, tiba-tiba terbaring lemah di hadapannya. Dipta terluka parah dalam sebuah misi dan dibawa ke rumah sakit tempat Isa bekerja. Ketika melihat nama Dipta tertera di catatan medis, perasaan lama yang sempat terkubur kembali muncul, membangkitkan kenangan manis yang dulu mereka miliki. Meskipun Isa berusaha tetap profesional, perasaan cemas dan takut kehilangan membuatnya kesulitan untuk fokus pada tugasnya. Ia segera mengambil alih penanganan medis, berjuang untuk menyelamatkan nyawa Dipta. Operasi yang dilakukan menjadi ujian besar bagi Isa, bukan hanya sebagai seorang dokter, tetapi juga sebagai wanita yang tak pernah benar-benar melupakan Dipta. Selama masa perawatan, mereka berdua harus berhadapan dengan kenyataan bahwa hubungan mereka dulu terhalang oleh berbagai hal, termasuk tekanan keluarga dan perbedaan jalan hidup. Di tengah luka yang harus disembuhkan, baik fisik maupun emosional, Isa dan Dipta mulai mempertanyakan apakah mereka dapat memberi kesempatan lagi pada perasaan yang dulu sempat tumbuh, atau justru membiarkannya tetap menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines