Ken adalah seorang pegawai sekaligus pemilik sebuah toko kecil di tengah hiruk-pikuk kota. Ia membuka usahanya sendiri setelah memutuskan berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mendukung. Hanya lulusan SMK, Ken tahu betul betapa sulitnya mencari pekerjaan di negeri ini bahkan lulusan S1 atau S2 pun sering kali kesulitan.
Itulah sebabnya, ia membulatkan tekad untuk membuka toko bukunya sendiri. Meski disebut toko buku, sebenarnya itu hanyalah sebuah kafe sederhana yang diselimuti rak-rak berisi buku-buku usang. Di antara gedung-gedung pencakar langit, tokonya berdiri sederhana namun hangat.
Ken adalah pribadi yang baik, ramah, sangat peduli pada keluarganya, dan yang paling menonjol Ken teramat polos.
Hingga suatu hari, datanglah seorang wanita cantik yang berdiri anggun di depan tokonya. Ia berpakaian elegan, seperti para sosialita kaya yang hanya melintas tanpa pernah masuk.
Namun hari itu berbeda.
"Buatkan aku secangkir kopi paling nikmat di sini,"
ucap wanita itu tanpa basa-basi.
Ken segera masuk dan meracik kopi hitam khas buatannya sendiri. Tak lama, ia menyajikannya dengan senyum tulus.
Wanita itu mencicipinya tanpa ragu. Lalu, dengan alis terangkat, ia menatap Ken.
"Ini racikanmu sendiri?"
"Iya, Nyonya,"
jawab Ken dengan polos.
"Kenapa bisa seenak ini?"
"Saya membuatnya dengan cinta yang sepenuh hati... agar pelanggan menyukainya,"
jawabnya tulus.
Tanpa disadari Ken, dari secangkir kopi itulah semuanya berubah. Wanita itu yang ternyata bernama Amira jatuh hati padanya.
Amira adalah seorang janda yang ditinggal suaminya karena selingkuh. Ironisnya, pria itu bodoh karena Amira bukan wanita biasa. Ia adalah salah satu wanita terkaya di kota ini. Cantik, cerdas, dan mandiri.
Dan inilah kisah seorang pria sederhana, teramat polos, dan seorang janda kaya raya... yang cintanya tumbuh dari secangkir kopi hitam.
All Rights Reserved