Love, Bitterly

Love, Bitterly

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
She never believed in love, until she almost fell-literally. Nadinza selalu menganggap cinta itu overrated. Fokus kuliah, sibuk organisasi, dan nyaman dengan dunianya sendiri. Tapi semuanya berubah di semester empat, saat satu insiden kecil di perpustakaan waktu itu yang membuat hatinya ikut tergelincir-bukan karena jatuh di tangga, tapi karena seseorang yang menangkapnya tepat waktu. Malu sih tapi apa buat sudah kejadian.. Dia, kakak tingkat semester enam, satu jurusan, tapi terasa seperti dari dunia yang berbeda. Senyumnya biasa saja, suaranya nggak istimewa, tapi kenapa sejak hari itu, Nadinza mulai kehilangan fokus? Apakah ini cinta pertama... atau hanya jebakan rasa sesaat?
All Rights Reserved
#655
college
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Feeling In Love
  • ALZADAISY[End]
  • Sesederhana itu Mencintaimu (Selesai)
  • Ini Kepemilikan
  • KKN; Where Were We Before? 1 (True Story)
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Kokolala Love (TAMAT)
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • See You After Midnight [END]

Naila tak pernah berharap banyak saat melangkahkan kaki ke dunia perkuliahan. Baginya, kampus hanyalah tempat pelarian-dari rumah yang retak, dari masa lalu yang menghantuinya, dan dari perasaan yang tak pernah bisa ia uraikan. Namun, takdir punya cara yang tak terduga. Kehadiran Vino yang penuh teka-teki dan Argantara yang terlalu terang untuk dihindari, perlahan-lahan meretakkan tembok yang telah ia bangun bertahun-tahun. Bersama mereka, Naila terseret dalam pusaran OSPEK, konflik senior-junior, dan persahabatan yang tak selalu mudah dimengerti. Tapi ini bukan sekadar kisah cinta di antara bangku kuliah. Ini tentang luka yang dipeluk diam-diam, tentang pilihan-pilihan yang tak pernah sederhana, dan tentang keberanian mencintai-meski masa lalu terus menggenggam erat. Karena kadang, cinta datang bukan untuk menyembuhkan... tapi untuk mengajarkan cara bertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines