Langit Langit Rahasia

Langit Langit Rahasia

  • WpView
    LECTURAS 40
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 27, 2025
Di SMA Elang Timur, semua orang punya rahasia-tapi tidak ada yang sekelam milik Aira. Aira, cewek kelas 11 yang dikenal dingin dan penyendiri, hidup dalam bayang-bayang tragedi yang merenggut keluarganya. Ia lebih suka memandangi langit dari loteng tua rumahnya, tempat satu-satunya ia merasa bebas. Tapi hidupnya berubah saat Gibran, siswa baru yang terlalu penasaran dan terlalu nekat, mulai mencium sesuatu yang aneh dari sikap Aira. Gibran punya masa lalu yang nggak kalah kelam. Tapi saat dia dan Aira terjebak dalam serangkaian kejadian misterius-dari surat-surat tanpa nama sampai rekaman suara dari masa lalu-hubungan mereka tumbuh di antara rasa takut dan rasa ingin tahu. Satu per satu rahasia lama terbongkar, termasuk satu kebenaran pahit yang bisa menghancurkan semuanya. Apa yang sebenarnya disembunyikan Aira di balik langit-langit kamarnya? Dan kenapa semua jejak mengarah ke masa lalu yang bahkan Aira pun berusaha lupakan? Dalam perjalanan menemukan kebenaran, Aira dan Gibran belajar satu hal: kadang, rahasia yang paling menyakitkan justru yang paling ingin kita lindungi.
Todos los derechos reservados
#628
umum
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Grace Beyond the Spotlight!
  • Shadows of the Main Story
  • SIAPA DALANGNYA?
  • Dark Secret [Akan Diterbitkan]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Bayang-Bayang di Balik Langit
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • The CEO I Once Loved [ SELESAI ]
  • CEZALINE
  • Bayangan di Balik Sekolah

Langit sore itu kelabu, seolah turut merasakan beban yang menghimpit dada Aira. Di balik jendela kaca lantai dua puluh empat, dunia tampak begitu jauh-tak peduli, tak ramah. Setiap hari, ejekan, hinaan, dan tatapan tajam menamparnya lebih keras dari kata-kata. Sekolah bukan lagi tempat belajar, tapi panggung penyiksaan batin. Aira menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah ke balkon apartemennya. Angin menerpa rambutnya yang panjang, seolah mengajak bicara. Ia menutup mata, melepaskan satu-satunya genggaman terakhir pada dunia ini. Dalam sekejap, tubuhnya melayang, jatuh, bebas... Gelap. Namun saat kesadarannya kembali, Aira tidak menemukan dirinya di pelataran apartemen. Ia terbangun di tempat asing-dalam sebuah ruangan batu tinggi, sempit, dengan jendela lengkung kecil yang menghadap hutan luas. Gaunnya bukan lagi seragam sekolah, melainkan kain panjang berenda seperti putri zaman dahulu. Di kejauhan, bunyi terompet dan gemuruh kuda menggema. Di mana aku? Satu hal yang pasti: ini bukan dunia yang ia kenal.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido