"The Eldest Girl"

"The Eldest Girl"

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
dia adalah anak perempuan pertama-yang tumbuh lebih cepat dari usianya, belajar kuat sebelum sempat dimanja. di rumah yang retak, dia terbiasa jadi penyangga. jadi yang ngalah, yang ngerti, yang bilang "gapapa" padahal hatinya capek. sampai suatu hari, dia bertemu seorang lelaki yang gak datang buat memperbaiki hidupnya, tapi menemani. lelaki yang denger tanpa nyela, yang hadir tanpa nuntut, yang gak kabur waktu tau masa lalunya ribet. ketulusannya sederhana, tapi konsisten-dan itu hal yang jarang dia temuin. lelaki itu satu-satunya yang memanggilnya "Bintang." bukan sekadar panggilan, tapi cara dia diingatkan kalau dia bukan cuma anak pertama, bukan cuma bahu buat bersandar orang lain. kalau dia juga pantas disayang, tanpa harus selalu kuat. dan untuk pertama kalinya, di mata seseorang, dia bukan perempuan yang harus bertahan- melainkan bintang kecil yang cukup bersinar apa adanya. ------------------------------------------------------------------------ Halo semua maaf nya deskripsi dan cerita nya aneh karna ini pengalaman pertama aku buat cerita hehehe. No copy ya teman teman karna ini hasil pemikiran aku sendiriiii.. HAPPY READING 💝🍓🐰
All Rights Reserved
#67
anakperempuanpertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines