Senyap

Senyap

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Ketika suara perlahan menghilang, yang tersisa hanyalah keheningan dan ketakutan. - - - - - - - - - - - - - - - Disclaimer: Novel ini adalah karya fiksi. Nama, karakter, tempat, dan kejadian dalam cerita merupakan hasil imajinasi penulis. Bila terdapat kesamaan nama atau tempat dengan dunia nyata, itu semata-mata kebetulan dan tidak dimaksudkan untuk menyerang atau merugikan pihak mana pun. Lalu, penggunaan AI dalam cerita ini dipakai hanya karena penulis tidak mengkomersialkan cerita ini. Jika memang suatu saat akan dikomersialkan, maka AI yang sebelumnya digunakan akan digantikan dengan ilustrasi yang layak.
All Rights Reserved
#569
bencana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (End) Pampering The Yandere In The Apocalypse
  • The World Was Ending
  • Escapade 1: A Lone Wayfarer
  • The After War - Mpreg [BxB] 🔞
  • Senior High School : Final Lesson - Survive or Die
  • Age of Undead 89 [2015]
  • UNDEAD | TXT ft. BTS [TERBIT]
  • Run!
  • LOST : Nada Parabawa & Jeffran Manendra

Mtl novel terjemahan Sinopsis Akhir dunia memperkuat keserakahan dan keegoisan manusia. Pada saat yang sama, akhir dunia telah menjadi surga bagi sebagian orang. Sebagai 'Heartless', dia adalah seseorang yang dilecehkan dan dibesarkan menjadi mesin pembunuh tanpa emosi, kiamat seperti dunia yang diciptakan untuknya. Kepercayaan akhirnya menjadi emosi yang membunuhnya. Sekarang setelah dia terlahir kembali, dia bukan lagi dirinya sendiri. Jiwanya penuh dengan keraguan, mata kirinya tidak lagi bisa melihat, tapi dia memiliki kekuatan untuk menjungkirbalikkan langit dan kemampuan baru untuk mengendalikan zombie. Tapi pengkhianatan dari kehidupan sebelumnya mencegahnya untuk percaya pada orang lain. Kali ini, dia memiliki kehidupan baru. Melihat kerumunan di depannya, dia terdiam. Haruskah dia mempercayainya? Akhirnya mengesampingkan obsesi dalam hatinya, dia mengamati orang-orang di depannya. Ekspresi yandere ditampilkan sepenuhnya: "Jangan mengkhianati saya, jangan tinggalkan saya, dan jangan menipu saya. Jika tidak... "

More details
WpActionLinkContent Guidelines