JALAN MELATI, 12B

JALAN MELATI, 12B

  • WpView
    LECTURAS 366
  • WpVote
    Votos 102
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 15, 2025
WpInfo
Ficción
Misterio
Pindah rumah dengan niat agar dekat dengan tempat kerja. Justru Tania yang seorang perawat di rumah sakit swasta setempat, mengalami liku dalam rumah tangga. Mitos soal rumah baru mereka yang angker, kesialan penghuni terdahulu, juga gosip yang beredar di lingkungan tetangga. Bagaimana Tania yang tidak percaya 'Mitos' itu menapik semua? #WPAE5 #MenulisUntukKebaikan #HBD_Aepublishing
Todos los derechos reservados
#961
suamiistri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Kamar Bernapas
  • TEACHERBAND [END]
  • Araleya Titik Temu Semesta TTS1 (COMPLETED)
  • Nurse On Mission
  • Malam di Apartemen 13: Ketika Dendam Arwah Menjadi Nyata
  • My Eyes On You
  • RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT)
  • BELENGGU HITAM [Sudah terbit]
  • Misteri Rumah Keramat

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido