ATRAKSI BERDARAH

ATRAKSI BERDARAH

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Tirai terbuka. Lampu menyala. Tepuk tangan membahana. Tapi ini bukan sirkus biasa. Di balik gemerlap panggung, ada jeritan yang tak terdengar, luka yang disembunyikan di balik senyuman palsu. Setiap pemain bukan relawan. Mereka dipilih, dipaksa, dikurung dalam peran yang tak bisa ditolak. Atraksi-atraksi menegangkan itu bukan akting-mereka nyata, berdarah, dan kadang berakhir dengan kematian. Penonton tak pernah tahu. Mereka hanya melihat tontonan spektakuler yang terlalu sempurna... terlalu berbahaya. Dan bagi yang masuk ke dalam dunia ini, tak ada jalan keluar. Hanya satu pilihan: bertahan atau menghilang di balik tirai selamanya. Karena di sini, panggung adalah penjara. Dan setiap tepuk tangan bisa jadi lonceng kematian.
All Rights Reserved
#60
ceritaromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Once Upon A Time
  • Obliviora
  • I'm More Than Just A Princess
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • ERLANGGA (ON GOING)

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines