Forgive Me, Nat

Forgive Me, Nat

  • WpView
    Reads 8,195
  • WpVote
    Votes 511
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
"Lo gak bakal pernah ngerti, Dean." Ucap Nata gemetar, matanya memerah dan air mata perlahan membasahi pipinya. "Ngerti apa?" Dean menatap mata Nata. Dean tahu, hanya amarah yang muncul dari tatapan Nata. "Gimana rasanya dihina cuma karena lo lahir miskin. Dipandang sebelah mata. Dipaksa nyerah sama hidup." Nata menatap pria di depannya. Pria yang selalu angkuh dan bertingkah seperti iblis. Pria yang sekarang berdiri di atas segalanya, seakan dunia ini milik dia sendirian. "Lo terlalu tinggi buat ngerti rasa sakit orang kayak gue." Dean tak menjawab. Mungkin karena untuk pertama kalinya, dia sadar... dunia mereka tak pernah benar-benar sama. === Please Appreciate my first ever art in this Wattpad with do not copying this story. Follow me and of course vote for this story! Thanks.
All Rights Reserved
#343
jenojaemin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken melodies
  • Prison Of Twinflame
  • [✔] Bunny || Nomin
  • [✓] Me And My Beliefs ♡NOMIN♡ ft.Markmin
  • MANIAC  |  JenoRenjun✔️
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • Fading Echoes [NoMin]
  • 𝐏𝐨𝐬𝐬𝐞𝐬𝐢𝐟 𝐁𝐨𝐲 || Nomin [Complete]
  • Benang Merah (Nomin)
  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines