scheme v

scheme v

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 21, 2025
Jika aku tak bisa menang, maka tak seorang pun boleh menang." Di dunia yang tunduk pada sihir, Viergo aesvil lahir sebagai budak. Kasta terbawah, tak memiliki sihir, tak memiliki nilai. la dipukuli, dihina, dipaksa hidup sebagai debu di antara para raja sihir. Namun, pada titik nadir penderitaannya-saat tubuhnya nyaris mati dan pikirannya terpecah-ia melihat celah dalam kenyataan. Bukan sihir. Bukan kekuatan. Tapi skema. Sebuah kekuatan lahir bukan dari mana, tapi dari pikiran. Dari trauma. Dari kehendak untuk menghancurkan semua tatanan yang menginjaknya. Kini, dengan Skema, Viergo membuat musuhnya bertarung dalam pikiran mereka sendiri, merasakan kematian terburuk, bahkan melupakan kenyataan. Semua itu hanya permulaan. selamat datang di skema "V"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Extra Character of Novel
  • Kedirajaan Abadi
  • Dark Village
  • Mantra Penghancur Moral
  • The Villain Twins [END][KUBACA]

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines