SE 34

SE 34

  • WpView
    Reads 631
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
Dalam jumlah kecil, ia menjaga kehidupan. Dalam jumlah berlebih, ia bisa menghancurkan. Selena tidak menyangka bahwa unsur dengan nomor atom 34 itu bisa merubah segalanya. Selenium, unsur yang dikenal sebagai pelindung sel tubuh, penyeimbang, dan menjaga dari kerusakan yang tak terlihat, saat ini menjadi pusat penelitian di laboratorium tempatnya bekerja. Selen selalu hidup terukur dan penuh kendali sebagai seorang peneliti muda, ia percaya semua hal di dunia bisa dijelaskan melalui data, rumus dan logika. Bahkan untuk rasa kehilangan. Sampai sebuah proyek mempertemukannya dengan SE.34, ada satu turunan langka dari Selenium yang mampu merespons emosi manusia. Unsur itu mampu membangkitkan sesuatu yang selama ini ia kubur rapat-rapat. Start : 25 April 2025
All Rights Reserved
#1
mendung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kill Me, Love Me | TERBIT - REVISI |
  • all the bright places ✔️
  • Habit. | Jaelia ✔️
  • JEREMYA BETWEEN FAITHFUL AND US  [Tahap Revisi]
  • MY HAPPINESS [END]
  • Story of Us | Zhang Yixing [COMPLETED]
  • Adolescence ✔
  • ANAK KOSAN TINGKAT 2
  • Paper Hearts | Jaelia
  • CONSEMA

'Seorang pria yang dijuluki "Tuan Muda D"-ketua muda pembunuh yang berdarah dingin, bengis, dan tak kenal ampun. Ia membunuh tanpa menghilangkan jejak, dan membuat semua orang tidak mempunyai nyali untuk menyebut julukannya secara terang-terangan.' 'Namun perlahan segalanya berubah ketika ia bersembunyi di balik bayangan musuh bebuyutannya sendiri-Arshia, seorang dokter forensik muda yang bukan hanya dikenal dengan kecantikannya saja, ia juga cerdik, penuh taktik dalam menyelidiki kasus pembunuhan, dan mampu menembus kabut misteri di balik matanya.' 'Arshia hanyalah "boneka" dalam genggamannya-bidak yang ia mainkan dalam sebuah permainan catur berdarah demi menemukan kambing hitam yang bisa ia korbankan dan menanggung dosa yang sudah ia perbuat.' 'Ketika akhirnya kebenaran terungkap, keduanya harus memilih antara cinta atau menegakkan keadilan yang membuat mereka terjebak dalam dilema.' 'Apakah cinta akan tetap tumbuh di antara lumuran darah dan kejahatan yang dibenarkan?' 'Atau justru kebenaranlah yang akan membunuh cinta itu sendiri?' Kisah cinta mereka ditulis dengan tinta darah, dibacakan oleh takdir dengan suara gemetar. Karena bahkan langit pun takut menyaksikan betapa indahnya kehancuran itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines