study group x male readers

study group x male readers

  • WpView
    Reads 1,360
  • WpVote
    Votes 195
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
Seo Rylen tidak seharusnya ada di SMK Yusong. Putra tunggal Seo Raven, konglomerat bertangan dingin yang dijuluki Kingmaker, dan Iris de Claudia, bangsawan Belanda yang memiliki darah kerajaan. Ia dididik di luar negeri, tumbuh di antara piano klasik dan pertemuan diplomatik, dan seharusnya melanjutkan sekolah di institusi internasional ternama. Namun sebuah "kesalahan administratif" mengantarnya ke SMK Yusong-sekolah brutal penuh siswa berandalan, tempat di mana tawuran adalah bahasa sehari-hari. Semua orang menunggu dia pindah. Tapi Rylen... memilih bertahan. Berambut pirang dan bermata violet, dengan wajah yang terlalu sempurna untuk tempat sekeras ini, Rylen menjadi pusat perhatian sejak langkah pertamanya. Tapi bukan wajahnya yang membuat semua diam-melainkan auranya. Tenang. Dingin. Berbahaya. Ia tak perlu berteriak untuk didengar, tak perlu mengangkat tangan untuk mengendalikan situasi. Setiap gerakannya terkalkulasi. Setiap kalimatnya menusuk. anehnya, walaupun begitu, perlahan sekolah itu memberikan kenyamanan bagi Rylen. entah sejak kapan, ia mulai menyukai sekolah itu, terutama orang orang yang ada disana. (karena ini fanfic, jadi aku ngikut alur yang di drakornya ya, tapi langsung ke bagian pertengahan, dan jelas akan ada beberapa hal yang berbeda dengan adanya rylen di cerita ini)
All Rights Reserved
#20
hanwoolphi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • BOMBARDIR YUSONG || Study Group Fanfiction
  • Girl Boss || Study Group × [Readers]
  • My Honey (Hoonsuk)
  • Our Class: ExSiFo
  • Sweet Taste [Jeon Wonwoo]
  • Love So Sweet | WoongMatt/Ppusamz [END]
  • Sweet Bad Boy [Kim Namjoon] END✔

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines