All Role Myth: The Phantom Awakens

All Role Myth: The Phantom Awakens

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
All Role Myth: The Phantom Awakens Di dunia game, semua orang terikat pada satu peran. Tapi bagaimana jika ada satu pemain... yang menguasai semuanya? Dalam Eternal Nexus, setiap role adalah batas. Assassin, Tank, Mage, Support, Ranger-para pemain membangun karier bertahun-tahun hanya untuk menguasai satu jalan. Namun, legenda lama mulai berhembus kembali. Tentang sosok tanpa nama... Yang melintasi semua role dengan sempurna. Yang muncul tanpa peringatan, menghilang tanpa jejak. Yang menyentuh papan peringkat, lalu menghancurkannya. Dia bukan pemain biasa. Dia bukan karakter resmi. Dia adalah mitos. Dan kini, mitos itu... bangkit kembali. Satu hal pasti Nexus tidak akan pernah sama lagi.
All Rights Reserved
#158
regresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Hope Is A Curse
  • Eterna Genesis
  • [END] Where Should Dreams Rest?
  • Soul Switch: Mafia di tubuh remaja
  • Villain Also Has A Reason [END]

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines