The Lavender

The Lavender

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di dalam kamar yang dulu penuh tawa, kini hanya sunyi yang bicara. Seorang pria berdiri mematung di depan jendela, menggenggam surat tua yang mengungkap kebenaran pahit. "Ayahnya, yang menyebabkan ibu ku tiada?" Alden bertanya dengan suara bergetar Armand menatap wajah putranya dengan sendu lalu menjawab lirih "Itu kecelakaan, Al. Dan dua keluarga hancur karena satu kejadian. Jangan hancurkan yang tersisa" Alden menoleh, matanya merah. Di ruang tamu, Michellia menatapnya kebingungan. Ia tak tahu apa-apa, hanya merasa suaminya tak lagi seperti sebelumnya. "Kenapa kamu berubah? Kenapa kamu seperti membenciku?" Gadis itu bertanya sambil terisak. Dengan penuh amarah akhirnya sang pria membuka suara "Karena setiap aku menatapmu, aku melihat wanita yang jadi alasan ibuku mati!" Terdiam dan hancur, Michellia tak sanggup menahan air matanya. "Kalau begitu... biar aku yang menebus dosa yang bukan dosa ku" Ia pergi. Tanpa pamit. Tanpa jejak. Alden berbisik penuh sesak menatap foto istrinya "Chel... maafkan aku. Pulanglah..."
All Rights Reserved
#17
lukalama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • [4] Cinta & Benci 2
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • No Cerai No Pisah!
  • Secangkir Teh
  • Puing luka
  • A R S E A N A
  • [BL] Sudden Omega
  • Bawa Aku Pulang

"Kematian Ayahku mengubah semuanya, tapi bukan karena kepergiannya-melainkan karena mereka menyalahkanku." Arua, anak bungsu di sebuah keluarga yang kini tinggal berlima. Empat kakak laki-laki dan satu ibu yang tak pernah memeluknya lagi sejak hari itu. Semua berubah, termasuk cara mereka memandangnya. Setiap pagi adalah hukuman, setiap malam adalah pengulangan rasa bersalah. Tapi di luar rumah itu, ada empat orang yang perlahan menariknya keluar dari lubang gelap: Keira, Naya, Elan, dan Harvy. Ini bukan kisah tentang kebahagiaan yang mudah. Ini kisah tentang bertahan saat tak ada satu pun yang membelamu. Karena kadang, luka terdalam datang dari rumah sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines