Terikat dalam Deja Vu

Terikat dalam Deja Vu

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 26, 2025
Seorang lelaki yang telah berpacaran selama empat tahun akhirnya mengetahui bahwa selama ini kekasihnya telah mengkhianatinya. Mereka pun putus. Lelaki itu mulai bertanya-tanya, apakah cinta itu benar-benar ada? Suatu hari, ia bertemu dengan seorang wanita yang terasa begitu familiar. Ia yakin belum pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya, namun anehnya, ia merasa memiliki banyak kenangan bersamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulchra Tempora
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Derana Duka (lengkap)
  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Yang Tak Pernah Ada
  • What is Love? Why Fall in Love?
  • Dicintai Ataupun Tidak, Aku Tetap Memilihmu
  • Don't call it love!

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines