Arkamandala High School

Arkamandala High School

  • WpView
    LECTURES 1,522
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 10, 2026
WpInfo
Fanfiction
Seventeen
Arkamandala High School, sekolah elite yang terkenal akan kepintaran dan kecerdasan para siswa siswi di sana, baik akademik maupun non-akademik. Bangunan yang terkenal tak hanya kecakapan para alumni nya, tetapi juga sistem kasta tak tertulis yang telah mengatur segalanya-hingga kedatangan Denovan Sangkalana Auriga. Bukan untuk merebut kekuasaan atau menjadi raja baru, melainkan hanya karena satu hal: Devan tidak suka aturan sosial yang menindas. Tanpa rencana, tanpa ambisi, dan tanpa kompromi, Devan justru menjadi pusat dari revolusi diam-diam yang mengancam menggoyahkan status quo... termasuk hati seseorang yang selama ini merasa tak tergantikan di puncak. (Jangan lupa vote nya ya chingu ^^)
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • study group x male readers
  • Trouble Maker {BL}
  • To Chaos, to My Calm!
  • Eramnesia
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • The CEO I Once Loved [ SELESAI ]
  • AKSARA (PRE-ORDER)

Seo Rylen tidak seharusnya ada di SMK Yusong. Putra tunggal Seo Raven, konglomerat bertangan dingin yang dijuluki Kingmaker, dan Iris de Claudia, bangsawan Belanda yang memiliki darah kerajaan. Ia dididik di luar negeri, tumbuh di antara piano klasik dan pertemuan diplomatik, dan seharusnya melanjutkan sekolah di institusi internasional ternama. Namun sebuah "kesalahan administratif" mengantarnya ke SMK Yusong-sekolah brutal penuh siswa berandalan, tempat di mana tawuran adalah bahasa sehari-hari. Semua orang menunggu dia pindah. Tapi Rylen... memilih bertahan. Berambut pirang dan bermata violet, dengan wajah yang terlalu sempurna untuk tempat sekeras ini, Rylen menjadi pusat perhatian sejak langkah pertamanya. Tapi bukan wajahnya yang membuat semua diam-melainkan auranya. Tenang. Dingin. Berbahaya. Ia tak perlu berteriak untuk didengar, tak perlu mengangkat tangan untuk mengendalikan situasi. Setiap gerakannya terkalkulasi. Setiap kalimatnya menusuk. anehnya, walaupun begitu, perlahan sekolah itu memberikan kenyamanan bagi Rylen. entah sejak kapan, ia mulai menyukai sekolah itu, terutama orang orang yang ada disana. (karena ini fanfic, jadi aku ngikut alur yang di drakornya ya, tapi langsung ke bagian pertengahan, dan jelas akan ada beberapa hal yang berbeda dengan adanya rylen di cerita ini)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu