7 parts Ongoing Dari sebilah kris yang belum selesai, darah pertama tumpah-dan kutukan pun lahir. Mpu Gandring mengutuk pusaka ciptaannya: setiap generasi yang menyentuhnya akan menebusnya dengan darah.
Kutukan itu tidak pernah mati, hanya tidur... sampai sekarang.
Di zaman modern, tujuh darah biru kembali dipanggil. Saling berebut kris yang di percaya merupakan anugrah. Saling membunuh agar kris memilih salah satu dari mereka sebagai pewarisnya. Mereka tak tahu tengah terperangkap dalam kutukan yang haus darah-dan kris itu kembali "menagih darah".
Raka Ardimatra, pewaris Majapahit, memanggil Nyi Roro Kidul, sang ratu laut, sebagai Abdinya.
Citra Anindya, dari Pajajaran, didampingi Dewi Sri penjaga leluhur.
Arga Wirajaya, dari Tidore, dibayangi sosok siluman manusia setengah ular, La Ode Wuna. Para Abdi di panggil agar mereka bertahan dalam perang abadi ini.
Mereka tak sekadar mewarisi darah biru leluhur hebat-mereka mewarisi perang leluhur yang belum selesai.
Dan kris itu, sekali lagi, menginginkan darah.