Story cover for The Neural Bloom by kejoraaworld
The Neural Bloom
  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 21, 2025
Di dunia yang dipenuhi dengan ambisi ilmiah, ketika batas-batas pemahaman manusia diuji, sebuah eksperimen tak terduga mengubah segala hal. Sebuah sinyal, yang semestinya hanya sebuah percikan kecil dalam jaringan saraf, malah memicu serangkaian peristiwa yang mengubah tak hanya satu pikiran, tetapi nasib umat manusia itu sendiri.

Mawar, seorang analis forensik yang terperangkap dalam perburuan kebenaran, mulai menemukan pola-pola yang mencurigakan dalam kasus-kasus yang ia tangani. Adiknya, seorang patolog ulung yang hilang tanpa jejak, meninggalkan hanya secarik catatan riset yang tak terungkapkan. Catatan yang mengarah pada sebuah kenyataan yang lebih mengerikan daripada yang ia bayangkan: sebuah senjata biologis bernama Erebus telah menginfeksi otak manusia. Apa yang seharusnya menjadi eksperimen yang terkendali, malah berujung pada perubahan tak terelakkan-mereka yang terinfeksi bukan hanya kehilangan tubuh mereka, tetapi mereka terlahir kembali dalam wujud yang baru, sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Dalam pencariannya untuk mengungkap kebenaran, Mawar bergabung dengan 'Serigala Petang', seorang penyidik independen yang memiliki cara-cara yang tak selalu sesuai dengan hukum. Bersama-sama, mereka menggali konspirasi gelap yang tersembunyi di balik dunia ilmiah, sebuah dunia di mana kendali atas tubuh dan pikiran manusia bukan hanya eksperimen, tetapi sebuah upaya untuk mengubah esensi kemanusiaan itu sendiri.

Ketika sinyal yang salah mengarah pada evolusi yang tak terbayangkan, mereka dihadapkan pada pertanyaan mendalam: jika apa yang tumbuh di dalam pikiran bukan lagi manusia, apakah kita masih bisa disebut sebagai manusia?

"A signal misfired. A species redefined."
All Rights Reserved
Sign up to add The Neural Bloom to your library and receive updates
or
#81laboratorium
Content Guidelines
You may also like
Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!] by lnairaz
26 parts Complete
14 manusia menuju satu desa yang indah di Ranah Aurum. Apa yang awalnya tampak seperti program biasa, perlahan menjadi kisah tak terduga tentang ikatan, konflik, kejutan budaya, dan perasaan yang tumbuh di waktu yang tak tepat. Naira, gadis dari Astronomi, hanya ingin menyelesaikan tanggung jawabnya dan pulang. Tapi ketika langkah kakinya memasuki pelataran posko utama itu, semesta ternyata punya rencana lain. Disambut oleh budaya, aroma tanah basah, dan tawa hangat dari anak-anak lokal, mereka pun tahu-ini bukan sekadar program biasa. Ini tentang menemukan makna di tengah riuhnya pagi, kehilangan di antara senyum, dan barangkali... cinta yang sempat dipinjamkan oleh waktu. Dan di balik proyek besar di Larasuma, mereka harus menghadapi lebih dari sekadar tantangan fisik dan akademik. Mereka terjebak dalam jejak masa lalu yang misterius, yang menghubungkan mereka dengan tim dari tahun 1996. Ketika sebuah catatan berisi pesan dari masa lalu muncul, mereka mulai menyadari bahwa perjalanan mereka bukan hanya untuk menyelesaikan proyek, tetapi juga untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi pada tim sebelumnya. Mereka harus mengungkap misteri yang tersembunyi, menghadapi masalah internal, dan menyelesaikan konflik percintaan yang membingungkan, agar proyek ini tak hanya dikenang, tapi juga berhasil. Akankah mereka mampu menyelesaikan semuanya sebelum terlambat? Atau, apakah mereka akan terjebak dalam lingkaran waktu yang tak berujung? Lalu, satu per satu rahasia kecil dan benih hubungan pun mulai tumbuh, diam-diam-hingga akhirnya mengalir... mengikuti arus. ⸻ Disclaimer: Jika ada kemiripan nama, karakter, atau kejadian, itu merupakan kebetulan belaka dan bukan representasi langsung dari individu maupun instansi tertentu. Bacalah dengan hati terbuka dan biarkan semestanya membawamu kembali ke pagi-pagi riuh di Larasuma.
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI by danidamanik911
14 parts Ongoing
Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?
Orang Polos Itu Berbahaya  by ziwriter
52 parts Ongoing
(Catatan: Beberapa bab kemungkinan akan direvisi.) Raka adalah mahasiswa tingkat akhir dengan hidup yang, secara logis, berjalan lancar. Skripsi selesai. Masa depan jelas. Tidak ada masalah besar. Sampai suatu malam, ia dipindahkan ke dunia lain. Tanpa sihir. Tanpa kekuatan super. Tanpa misi yang dijelaskan. Di dunia baru itu, satu hal terasa berbeda: manusia lebih mudah tenggelam dalam emosi negatif. Kadang ia tampak tenang, bahkan terlalu rasional, namun di balik caranya berbicara lurus dan datar, terselip kepolosan aneh yang membuat orang di sekitarnya tak tahu harus tertawa atau terharu. Ia mungkin tidak sadar, tapi setiap kalimat datarnya membawa kehangatan kecil yang tak ia mengerti - dan bagi orang-orang di sekitarnya, justru itulah yang membuat Raka berbeda. Dan terkadang, di sela-sela pikirannya yang sibuk menganalisis, ia masih teringat pada satu kalimat- kalimat yang tak pernah benar-benar hilang, hanya tersimpan diam di dasar hatinya. "Jangan menyesal kalau suatu hari nanti logikamu itu membuatmu kehilangan sesuatu yang berharga." Sejak saat itu, Raka mulai mempertanyakan satu hal yang tak bisa dijawab oleh logika: Apakah benar logikanya akan membuatnya kehilangan sesuatu yang berharga? Atau justru... logika itulah yang akan melindungi hal berharga itu sampai akhir? Karena terkadang, orang yang paling logis... adalah orang yang paling polos dalam hal perasaan - hanya saja mereka mencintai dengan cara yang berbeda.
You may also like
Slide 1 of 8
Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!] cover
Syal Merah cover
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI cover
Orang Polos Itu Berbahaya  cover
Just Imagine cover
TITIK SILANG (TAMAT) cover
Kala cover
Skies dër Heksa cover

Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!]

26 parts Complete

14 manusia menuju satu desa yang indah di Ranah Aurum. Apa yang awalnya tampak seperti program biasa, perlahan menjadi kisah tak terduga tentang ikatan, konflik, kejutan budaya, dan perasaan yang tumbuh di waktu yang tak tepat. Naira, gadis dari Astronomi, hanya ingin menyelesaikan tanggung jawabnya dan pulang. Tapi ketika langkah kakinya memasuki pelataran posko utama itu, semesta ternyata punya rencana lain. Disambut oleh budaya, aroma tanah basah, dan tawa hangat dari anak-anak lokal, mereka pun tahu-ini bukan sekadar program biasa. Ini tentang menemukan makna di tengah riuhnya pagi, kehilangan di antara senyum, dan barangkali... cinta yang sempat dipinjamkan oleh waktu. Dan di balik proyek besar di Larasuma, mereka harus menghadapi lebih dari sekadar tantangan fisik dan akademik. Mereka terjebak dalam jejak masa lalu yang misterius, yang menghubungkan mereka dengan tim dari tahun 1996. Ketika sebuah catatan berisi pesan dari masa lalu muncul, mereka mulai menyadari bahwa perjalanan mereka bukan hanya untuk menyelesaikan proyek, tetapi juga untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi pada tim sebelumnya. Mereka harus mengungkap misteri yang tersembunyi, menghadapi masalah internal, dan menyelesaikan konflik percintaan yang membingungkan, agar proyek ini tak hanya dikenang, tapi juga berhasil. Akankah mereka mampu menyelesaikan semuanya sebelum terlambat? Atau, apakah mereka akan terjebak dalam lingkaran waktu yang tak berujung? Lalu, satu per satu rahasia kecil dan benih hubungan pun mulai tumbuh, diam-diam-hingga akhirnya mengalir... mengikuti arus. ⸻ Disclaimer: Jika ada kemiripan nama, karakter, atau kejadian, itu merupakan kebetulan belaka dan bukan representasi langsung dari individu maupun instansi tertentu. Bacalah dengan hati terbuka dan biarkan semestanya membawamu kembali ke pagi-pagi riuh di Larasuma.