We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Arsel: Beyond Control [On Going]

Arsel: Beyond Control [On Going]

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Suspense
Social Themes
Bagaimana jadinya jika seorang antagonis dalam sebuah novel terlepas dari kendali penulisnya? Belasan kali arsel mengulang kehidupan, tetapi ia selalu berakhir dengan cara yang sama, waktu yang sama, dan penyebab yang sama, arsel tak mengerti, tubuhnya selalu melakukan hal yang tak arsel inginkan. Singkatnya tubuh dan pikiran arsel berbeda keinginan, dan entah kenapa ia tak bisa mengendalikan tubuhnya, ...apa karena ia hanya seorang tokoh antagonis dan pelengkap kisah cinta pemeran utama? Namun setelah kematiannya di kehidupan yang terakhir arsel merasa aneh, ia bisa mengendalikan tubuhnya dan ia tak terlahir kembali dari bayi, melainkan kembali ke satu tahun sebelum ia mati. "oke fiks, ini ada yang gak beres, atau kayaknya mereka emang mau gue mati lebih cepet deh." !! sedikit banyaknya, cerita ini terinspirasi dari story nya @reynaye_ !! so, happy reading all pict by. pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines