Finding Trust - Zellie Ray

Finding Trust - Zellie Ray

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 20, 2025
Love? Nah, it doesn't exist. Or, maybe it's just something I never hoped for. But everyone is not as bad as I thought. So who will be my one and only? Gue nggak percaya sama cinta. Buat gue, cinta itu cuma omong kosong yang akhirnya nyakitin. Dulu, gue pikir lebih baik sendiri. Lebih aman. Nggak ada harapan, nggak ada luka. Tapi semua berubah sejak dia datang. Dia nyebelin, sok tahu, dan terlalu sering muncul di hidup gue. Gue udah coba cuek, tapi susah. Dia bikin gue ngerasa aneh. Nggak nyaman... tapi juga nggak mau kehilangan. Sekarang, gue mulai mikir... jangan-jangan, cinta nggak seburuk itu. Atau jangan-jangan... gue bakal nyesel?
All Rights Reserved
#103
hateandlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • FRIENDzone (Completed)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Tell The World I Love U
  • You're Here, But Not For Me
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • BETWEEN
  • The Kidnapper
  • jangan percaya seseorang
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines