Tersesat di Antara rasa

Tersesat di Antara rasa

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 22, 2025
Lala, Wina, dan Mira-tiga sahabat yang tumbuh bersama sejak SMA, dikenal karena sifat mereka yang sama: cuek, dingin, dan susah ditebak. Tapi satu hal yang nggak bisa mereka hindari adalah... cinta. Mulai dari gebetan yang annoying, cowok baik-baik yang kelewat manis, sampai musuh bebuyutan yang tiba-tiba jadi bikin deg-degan. Perjalanan mereka bukan cuma tentang cinta, tapi tentang memilih: sahabat atau perasaan sendiri? Dan apakah cinta bisa mengubah hati yang selama ini beku?
All Rights Reserved
#402
romanse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • TITIK RINDU [ SELESAI ]
  • GOOD BOY
  • VINOKYLA
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • Masa Remaja
  • Hujan Yang Kesepian
  • TEMAN?
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines