Coretan kanvas Vanya : the lost city

Coretan kanvas Vanya : the lost city

  • WpView
    Dibaca 109
  • WpVote
    Vote 64
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadLengkap Sab, Feb 28, 2026
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Di kota kelabu Thalara, Vanya menemukan kanvas misterius yang membuka gerbang ke dunia penuh warna dan rahasia masa lalu. Saat jejaknya membawanya ke kota yang hilang, ia dihadapkan pada pilihan antara melukis harapan baru atau membangkitkan kegelapan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan