Story cover for Evanescent by LuneAshen
Evanescent
  • WpView
    LETTURE 24
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 3
  • WpView
    LETTURE 24
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 3
In corso, pubblicata il apr 21, 2025
Cinta yang pernah ada, tak selalu untuk dimiliki selamanya.

Ini adalah kisah tentang mencintai tanpa harus memiliki, tentang kehilangan yang tak selalu harus dihindari, dan tentang melepaskan yang menjadi bentuk cinta paling tulus.

Dalam kabut luka dan bayang-bayang kenangan, Luna belajar bahwa tidak semua yang pergi harus dikejar-kadang, justru harus dilepas agar jiwa tetap utuh.

Di antara bisu yang menyesakkan dan hujan yang menenangkan, Luna memeluk rasa sakit itu, bukan untuk meratapinya, tapi untuk menjadikannya kekuatan. Karena kadang, yang tersisa dari cinta bukanlah orangnya, melainkan keteguhan untuk bertahan setelah kepergiannya.

Evanescent adalah tentang bagaimana sesuatu yang indah bisa memudar, tapi tidak pernah benar-benar hilang.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Evanescent alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#155mengikhlaskan
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 7
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT] cover
EVELYN [SUDAH TERBIT] cover
Luka dan Malam [END] cover
Promise cover
Dalam Rintik yang Sama cover
If It's You cover

MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

16 parti Completa

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.