FRAGMENTS OF FOREVER

FRAGMENTS OF FOREVER

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 21, 2025
North Jack Curtens, mantan juara dunia VortexGP, pernah terbang tinggi di langit popularitas hingga satu kegagalan menjatuhkannya ke jurang yang dalam. Dicaci, dicap pecundang, North telah kehilangan segalanya. Dalam upaya menyembuhkan luka yang tak terlihat, ia pergi ke desa kecil bernama Luthern, di Swiss. Ia tidak sedang mencari cinta, tidak juga penghiburan. Ia hanya ingin diam, tenggelam, dan mungkin perlahan menghilang. Tapi di antara kebun apel dan malam-malam yang senyap, ia bertemu seorang gadis pekerja keras dengan gaun sederhana jahitan tangan dan mata yang menantang dunia. Yatim piatu, miskin, dan tanpa tempat bersandar, Raisel justru hidup dengan keberanian yang North tak pernah miliki. Ia tak gentar dihina. Tak takut sendirian. Ia tetap berjalan, walau tanah di bawahnya terus berguncang. Dan di situlah semuanya dimulai. Sebuah pertemuan dua jiwa yang patah, satu yang sedang menyerah pada hidup, dan satu yang tak pernah mau kalah pada hidup.
All Rights Reserved
#5
poorgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Run With Me
  • Entangled 2 (lanjutan)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • The Girl Who Forgot Us [END]
  • cinta yang terluka
  • Si Cantik Sakit dan Pengawal Kuda Bambunya

Tidak ada yang benar-benar pulih dari luka lama. Celene tahu itu lebih dari siapa pun. Setahun setelah tragedi yang menghilangkannya dari dunia ini, ia kembali dalam wujud yang hampir sama, namun dengan jiwa yang sudah tak lagi utuh. Di hadapannya, dunia yang ia tinggalkan tak banyak berubah. Orang-orang tersenyum, berbicara, bercanda. Namun di balik itu semua, sesuatu yang tak kasat mata sedang menunggu. Valen, dengan dingin yang membekukan udara di sekitarnya. Severin, dengan keramahan yang terlalu mudah untuk dipercaya. Cyrus, dengan diam yang mengintip ketulusan dan kepalsuan dalam sekali pandang. Kaien, dengan tawa ringan yang menyembunyikan niat yang tak pernah sederhana. Mereka tidak sekadar mengulurkan tangan. Mereka mengatur panggung. Di antara kata-kata manis dan tawa samar, sebuah permainan lahir bukan untuk sekadar memenangkan hati Celene, tapi untuk merobohkannya dari dalam, perlahan, sunyi. Dalam permainan ini, cinta hanyalah umpan. Kepercayaan adalah mata uang yang murah. Dan rasa sakit...adalah bahasa yang paling jujur. Celene melangkah masuk, mungkin tanpa sadar. Atau mungkin hanya mungkin dia membiarkannya, karena bagian dari dirinya ingin tahu seberapa dalam ia bisa jatuh sebelum ia benar-benar hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines