A Silent Heartbeat

A Silent Heartbeat

  • WpView
    Membaca 57,399
  • WpVote
    Vote 5,453
  • WpPart
    Bab 29
WpMetadataReadLengkap Sel, Sep 2, 2025
WpInfo
Fiksi Penggemar
Freya adalah gadis yang tak pernah dianggap. Selalu dibandingkan, selalu diabaikan. Dalam keluarganya sendiri, ia seolah tak punya tempat. Saat sakit menjemput-bukan hanya fisik, tapi juga luka batin yang mendalam-ia meninggal dalam kesepian, tanpa satu pun tangan yang merawat. Tapi takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terbangun di masa tiga tahun sebelum kematian-di masa di mana semuanya belum hancur, tapi ia sendiri telah mati rasa. Kali ini, Freya tak lagi mencari cinta, tak lagi berharap. Ia hanya ingin satu hal: damai. Namun, perubahan dalam dirinya justru mengguncang orang-orang di sekitarnya. Keluarganya mulai merasa kehilangan-bukan karena Freya pergi, tapi karena ia tak lagi mengejar mereka. Ini adalah kisah tentang luka yang tidak terlihat, tentang cinta yang datang terlambat, dan tentang seorang gadis yang belajar bahwa hidup bukan untuk menyenangkan siapa pun-selain dirinya sendiri. ____________________________ "Kenapa setiap bab pendek?" Karena aku menulis A Silent Heartbeat (Detak jantung yang sunyi) atau lebih mengarah ke Mati Rasa bukan sekadar sebagai judul, tapi sebagai napas dari keseluruhan cerita. Tokoh dalam cerita ini sudah kehilangan banyak hal rasa, makna, bahkan semangat untuk menjelaskan segalanya. Jadi setiap babku tidak bertele-tele. Tidak meledak-ledak. Tidak penuh deskripsi manis atau emosi yang dibesar-besarkan. Karena dalam kondisi mati rasa, seseorang tidak menangis panjang. Tidak berbicara banyak. Kadang hanya diam. Kadang hanya satu kalimat yang keluar, tapi beratnya seperti seribu kata. Bab-bab yang pendek ini adalah cermin dari dunia dalam cerita. Datar, sepi, namun menyimpan beban yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang pernah merasa kosong. Aku tidak sedang membuatmu larut dalam emosi, tapi ingin kamu menyadari kekosongan yang ada di sela-sela kalimat. Karena mati rasa bukan tentang kehilangan cerita, tapi kehilangan cara untuk menyampaikannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#64
alternatifunivers
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Silence That Shaped Me
  • Aleysha Please Don't Go!
  • Maaf' (Revisi)
  • Written Into Reality
  • Z A L E R A
  • SKIZOFriend (END)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • AKSARA LARA(END)

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan