I'm The Lucky One

I'm The Lucky One

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
Kadang gue menyesali keputusan gue untuk kuliah adalah hal benar. Bukan hanya dari beratnya harus belajar untuk menuntut ilmu dijenjang ini. Tapi gue juga banyak belajar tentang pelajaran hidup saat gue malah hidup dikelilingi banyak cowok ganteng famouse kampus, temen-temennya Kakak gue. Ditambah lagi, salah satu dari mereka yang terang-terangan pengen gue jadi miliknya. Padahal dia tahu betul larangan yang Kakak gue terapkan untuk tidak menjalin hubungan cinta-cintaan sama gue yang berstatus adiknya. Tapi entah saking beraninya atau memang sengaja menantang, dia melanggar larangan itu. Sedangkan gue malah menaruh hati sama cowok yang gue temuin lagi makam sendirian dikantin kampus. Kesalah fahaman yang terjadi saat kami bertemu pertama kali, membuat kami terus saja terlibat satu sama lain. Gue takut menyakiti hati orang lain, tapi gue juga nggak mau menyakiti diri gue sendiri. Lalu siapa yang salah disini? Sehun? Gue? Yixing? Atau perasaan yang tak bisa dikendalikan ini?
All Rights Reserved
#49
satuatap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet Antagonist✓ (Lengkap)
  • Be Mine
  • POSESIF
  • The Lucky Exo-L
  • Semesta
  • my story
  • BREATH ✅
  • SYAKIRA how are you?

"Lovely Nara" sebuah novel yang menceritakan betapa menyedihkannya hidup seorang gadis SMA tingkat akhir. ya, itu cerita yang terlalu klise untuk dibaca bukan? seorang gadis lemah lembut akan bertemu dengan ketua gengster akan menjadi jalan cerita yang membosankan. Namun hal yang sebenarnya menarik pembaca bukan lah cerita inti novel itu. melainkan cerita seorang gadis yang berperan sebagai antagonis di cerita itu. Binar Jingga Swastamita. Ini hanyalah cerita dimana sosok asing pergi ke tempat yang tak pernah dirinya tahu. Dia terlena dengan banyak hal yang tak pernah ia dapatkan, hingga lupa jika 'datang' selalu ada 'pergi'. "saya harap... kita bisa bertemu di semesta yang sama, bukan karena permainan semesta tapi karena coretan takdir yang sama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines