FIRST DAUGHTER AND HER WOUND

FIRST DAUGHTER AND HER WOUND

  • WpView
    Membaca 1,364
  • WpVote
    Vote 709
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadLengkap Sab, Agt 30, 2025
Menjadi anak pertama itu sulit kan? Ada suka nya juga duka nya, dan setiap anak itu pasti mempunyai lukanya masing-masing. Seperti anak perempuan pertama yang sangat menyukai warna hijau dan harus belajar menjadi kakak yang sudah terbilang dewasa, dari mulai harus mengalah demi adek adek nya, harus berani berbuat apapun itu, dan harapan tertinggi bagi orang tuanya. Lalu bagaimana Disa menghadapi semua kehidupannya? Apakah Disa akan menemukan lelaki terbaik menurut versinya? Apakah Disa menyerah? -ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑎 -𝑏𝑒 𝑎𝑛 𝑒𝑥𝑎𝑚𝑝𝑙𝑒 𝑓𝑜𝑟 ℎ𝑖𝑠 𝑦𝑜𝑢𝑛𝑔𝑒𝑟 𝑏𝑟𝑜𝑡ℎ𝑒𝑟
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#468
anakpertama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • HIDDEN I (The End)
  • Yang Kusebut 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 [ ENDING ]
  • Penuh Luka (On Going)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • love and hurt
  • Paradise
  • Jika esok Tak Pernah Ada

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan