Rumah yang Sama

Rumah yang Sama

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 22, 2025
Laut Merah dan Laut Mediterania terpisah oleh wilayah daratan yang membentang, terutama melalui Terusan Suez di Mesir. Meski demikian, keduanya akhirnya mengalir ke samudra Atlantik yang luas, seakan menunjukkan bahwa meskipun ada batasan-batasan yang memisahkan, semua akan berakhir di tempat yang sama. Laut Merah dengan perairannya yang lebih hangat dan tertutup, serta Laut Mediterania yang lebih terbuka, terhubung dengan berbagai wilayah lainnya, menjadi simbol bagi perjalanan yang tak terhindarkan menuju takdir yang lebih besar. Begitu pula dengan Reyandra Akasha dan Anatya Meisya, yang meski terpisah oleh waktu dan jarak, tak dapat menghindari takdir yang mempertemukan mereka kembali. Seperti dua laut yang mengalir ke samudra yang sama, mereka pun akan menemukan jalan mereka kembali, tak terpisahkan oleh apapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Dalam Aksara
  • The Mermaid Yasmine
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • RAIN SAMUDRA
  • Laut Merah
  • GATE OF DESTINY
  • RUMAH KITA
  • Samudra Tarangah

"Meski aku meninggalkanmu, aksaraku akan tetap menemanimu." suara dalam aksara adalah kisah tentang cinta yang terlambat disadari dan kata-kata yang menjadi jembatan antara dua hati. Melalui tulisan-tulisan anonim di blog jurnalistik sekolah, Raka menemukan kehangatan, kejujuran, dan perasaan yang selama ini dia cari, tanpa tahu bahwa orang di balik aksara itu adalah Kaira, gadis yang selama ini dia anggap menyebalkan. Sayangnya, ketika semua kebenaran terungkap, waktu tak lagi berpihak pada mereka. Kaira pergi tanpa sempat mendengar balasan perasaan yang dia pendam, meninggalkan Raka dengan penyesalan yang mendalam. Namun, meski Kaira telah tiada, "suara" yang dia tinggalkan dalam bentuk aksara tetap hidup. Lewat kata, cinta Kaira terus menemani Raka, menjadi pengingat bahwa kadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang saat dia sudah tiada. "Jangan menunggu hingga semuanya terlambat untuk mengungkapkan perasaan. Terkadang, orang yang paling berharga ialah orang yang lebih dekat dari yang kita kira, hanya saja kita terlalu sibuk mencari hingga tak menyadarinya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines