Pasukan Tiga Belas Harapan
Kata orang, masa-masa kuliah itu paling indah.
Isinya nongkrong, tugas dadakan, rebutan colokan di kelas, makan mi instan di akhir bulan, ketawa tanpa alasan jelas, dan pulang bawa cerita baru tiap hari.
Tapi ya, hidup nggak pernah sesimpel itu.
Di balik semua lelucon receh, ada mimpi yang diam-diam dikejar. Ada keluarga yang jadi alasan buat bertahan, sekaligus bikin sakit di hati. Ada rahasia yang tidak pernah benar-benar diceritakan ke siapa-siapa. Ada ketakutan yang selalu datang, meski nggak pernah diundang. Ada juga teman yang diam-diam sedang berusaha bertahan, meski dunia rasanya semakin berat untuk dipikul.
Semua terlihat baik-baik saja.
Masih bisa ketawa bareng.
Masih suka saling ledek.
Bisa nyebelin satu sama lain, tiap hari.
Padahal, masing-masing lagi berjuang melawan cerita hidup sendiri, yang bahkan kadang sahabat terdekat pun tidak tahu.
Coba bayangin, kalau rahasia-rahasia itu akhirnya terbongkar semua?
Masih bisa ketawa bareng nggak, ya? Atau justru kebersamaan yang selama ini terasa seperti rumah yang perlahan retak dan runtuh?
Soalnya, jadi dewasa itu ternyata bukan cuma soal umur. Lebih soal bagaimana tetap melangkah, meski hati sudah capek dan pengin nyerah berulang kali.
©imyouraraa_, 2025