Titik Koma Titik Balik

Titik Koma Titik Balik

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 5, 2025
Titik mengakhiri sebuah kalimat. Koma memberi jeda di tengah kalimat. Tapi aku memilih titik koma sebagai tempatku beristirahat. Dari sanalah aku membangun titik balik: untuk melanjutkan, untuk pulih, dan untuk menyelesaikan apa yang dulu ingin kutinggalkan. Karena aku percaya, tidak ada luka yang sia-sia, dan tidak ada perjalanan yang tidak diberi makna. Selama kaki tetap melangkah ke arah jalan-Nya. Titik koma (semicolon) adalah tanda baca yang tak benar-benar menghentikan kalimat. Begitu pula aku, yang pernah berada di titik terendah, hampir mengakhiri segalanya. Dalam pergolakan batin, aku mencari makna di balik luka, trauma, masalah keluarga, tekanan hidup, dan kehampaan yang terus menghantui. Perlahan, aku sadar perjalanan ini belum selesai. Seseorang dari masa lalu kembali hadir, membimbingku menemukan cahaya yang sempat redup. Ini adalah kisah tentang kehilangan, pencarian, dan perjalanan kembali menemukan diri. Tentang bagaimana seseorang bisa jatuh begitu dalam, namun tetap memiliki pilihan untuk bangkit. Karena seperti titik koma, hidup ini tidak harus berhenti, ia masih bisa berlanjut, dengan cara yang berbeda.
All Rights Reserved
#426
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semburat Luka Di Tengah Semesta (SELESAI ✓)
  • *〖Akhir dari Sebuah Harapan〗*
  • AKSARA-Janji Untuk Senja
  • AKARA (Ending)
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Hope

Seperti ini rasanya menjalani hari tanpamu. Tanpa tawa dan senyum itu. Tanpa tau apapun tentangmu, seperti aku adalah yang terburuk. Seperti segalanya yang biasa kita lalui masih tertinggal di semesta lain. Aku ingin menggenggammu hingga bumi kehilangan birunya. Hingga matahari berhenti menyala. Mungkin aku satu-satunya yang berdoa, memohon pada Tuhan untuk diizinkan kembali padamu. Berharap untuk bersama warnai kembali dunia ini. Bersama memadamkan hati yang dilahap bara. Dengan bunga mawar tanpa duri. Dengan tangis tanpa suara. Tak ada lagi cerita. Tak ada tawa. Tak ada lagi 'kita'. Yang ada hanyalah tinggal aku dan kau yang tak lagi bersama. . . . Cerpen Halu gaisssss 😌 tapi jangan mengharapkan happy ending hehehe😆 Notes: sekadar memperingatkan, dalam cerita ini Anda akan menjumpai adanya beberapa adegan selfharm seperti penyalahgunaan obat-obatan, emang nggak banyak dan nggak mencekam banget sih, tapi tidak disarankan dibaca oleh pembaca yang punya pengalaman pribadi tentang selfharm yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan apabila teringat kembali. Serta tidak disarankan juga untuk dibaca oleh Anda yang mungkin pernah mempunyai pengalaman traumatis akibat kepergian orang yang disayangi. Dan diharap pembaca bijak serta tidak meniru adegan negatif dalam cerita ini. Selamat membaca, terimakasih💕 🍓Selesai - 25 Juli 2020✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines