Titik Koma Titik Balik

Titik Koma Titik Balik

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 5, 2025
Titik mengakhiri sebuah kalimat. Koma memberi jeda di tengah kalimat. Tapi aku memilih titik koma sebagai tempatku beristirahat. Dari sanalah aku membangun titik balik: untuk melanjutkan, untuk pulih, dan untuk menyelesaikan apa yang dulu ingin kutinggalkan. Karena aku percaya, tidak ada luka yang sia-sia, dan tidak ada perjalanan yang tidak diberi makna. Selama kaki tetap melangkah ke arah jalan-Nya. Titik koma (semicolon) adalah tanda baca yang tak benar-benar menghentikan kalimat. Begitu pula aku, yang pernah berada di titik terendah, hampir mengakhiri segalanya. Dalam pergolakan batin, aku mencari makna di balik luka, trauma, masalah keluarga, tekanan hidup, dan kehampaan yang terus menghantui. Perlahan, aku sadar perjalanan ini belum selesai. Seseorang dari masa lalu kembali hadir, membimbingku menemukan cahaya yang sempat redup. Ini adalah kisah tentang kehilangan, pencarian, dan perjalanan kembali menemukan diri. Tentang bagaimana seseorang bisa jatuh begitu dalam, namun tetap memiliki pilihan untuk bangkit. Karena seperti titik koma, hidup ini tidak harus berhenti, ia masih bisa berlanjut, dengan cara yang berbeda.
All Rights Reserved
#760
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • *〖Akhir dari Sebuah Harapan〗*
  • Let Me Love You Longer
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • [ASL] - A Soul in Letters
  • Yarrow [SELESAI]
  • Semburat Luka Di Tengah Semesta (SELESAI ✓)
  • BAHAGIA [Open PO]

[Belum direvisi, EYD berantakan] Pernahkah kalian mendengar kalimat ini, "Setiap kebahagiaan yang kamu berikan kepada orang lain, akan kembali kepadamu bahkan lebih indah" Arka, seorang bocah yang belum genap berusia 15 tahun termenung mendengar kalimat itu diucapkan untuknya. Yahh.. Arka cukup memepercayainya. Tak ada manusia yang hidup tanpa sebuah cobaan, baik si kaya maupun si miskin memiliki cerita, luka dan tawanya masing masing. Tentu saja tak jarang, manusia diturunkan oleh semesta sebagai perantara penguji untuk sesama manusia lainnya. Karena itu, Terkadang rasa sakit yang paling nyata berasal dari orang terdekat, maka level tertinggi dari emasnya hati seseorang adalah memaafkan dan mengikhlaskan. Bagai berada didalam Andala, rasanya sungguh menyesakkan. Akan sangat sulit berdamai, namun Arka akan selalu mencoba memaafkan. Bukankah dunia hanya bersifat fana? Tentu saja, kalimat diatas bukan lah kata kataku. Kutipan itu berasal dari sebuah novel yang Arka baca, dan dari sana lah Arka mendapatkan kekuatan. Membuat orang lain terus merasa bahagia, tentu saja hal itu diluar kemampuannya. Tapi sungguh ketika orang lain tersenyum karena dirinya, adalah sesuatu yang berharga. Karena itu Arka sangat gemar menularkan tawanya untuk semesta, namun ia justru sering kali lupa bagaimana cara tersenyum ketika sendirian. Maka berterima kasihlah ia kepada setiap novel yang dibacanya, buku buku yang penuh rangkai kata indah itu selalu berhasil membawanya kekehidupan penuh warna. Karakter fiksi yang tercipta dari rasa sakit ataupun keinginan terpendam para penulis itu mampu menariknya dari kegelapan. Jadi jika kalian memutuskan untuk mengikuti keteguhan hati seorang bocah kecil kesayangan kedua abangnya ini, Maka ku ucapkan selamat datang pada kehidupan bahagia Arka Arelio! -Y21 September 2022 (Selesai dipublish pada : Minggu, 9 April 2023 Pukul 16.24 wib)

More details
WpActionLinkContent Guidelines